Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari total korban yang meninggal akibat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di Iran adalah anak-anak.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, jumlah total korban tewas akibat serangan tersebut telah meningkat menjadi 1.230 orang.
“Sayangnya, kami mencatat bahwa hampir sepertiga dari total korban jiwa adalah anak-anak,” ungkap Mohajerani dalam wawancara yang disiarkan oleh stasiun televisi SNN.
Serangan tersebut tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur. Sekitar 3.090 bangunan tempat tinggal, 528 toko, dan 13 fasilitas medis, termasuk sembilan lokasi milik Bulan Sabit Merah Iran, terpengaruh oleh aksi militer ini, tambahnya.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan ke berbagai target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan serius dan jatuhnya korban di kalangan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran melakukan serangan terhadap beberapa wilayah di Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah.
➡️ Baca Juga: Iran Siap Memberikan Respons Terhadap Serangan Israel Dalam Waktu Dekat
➡️ Baca Juga: Maskapai Global Terdampak, 3.200 Penerbangan Dibatalkan Akibat Serangan AS dan Israel ke Iran
