ASN Kemenkraf Meninggal Dunia Akibat Heatstroke Saat Latsarmil, Apa Penyebabnya?

Vanreko Varkas Bagaskara, seorang peserta Pelatihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf), telah meninggal dunia. Sebelumnya, Vanreko mendapatkan perawatan intensif di dua rumah sakit setelah mengalami kondisi yang sangat serius.

Kejadian tragis ini terjadi saat Vanreko berpartisipasi dalam sesi latihan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ia mengalami heatstroke ketika terlibat dalam serangkaian kegiatan fisik yang berlangsung dalam Latsarmil Komcad, yang menuntut kondisi fisik yang optimal.

Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, menjelaskan bahwa Vanreko sempat mendapatkan perawatan di lokasi sebelum dibawa ke rumah sakit. Ada harapan ketika kondisinya terlihat mulai membaik setelah perawatan yang diberikan.

Menurut penjelasan yang diberikan, insiden tersebut terjadi pada Jumat, 25 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, saat Vanreko baru saja menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Setelah menyelesaikan sesi tersebut, ia bersiap untuk kembali berlatih, namun tiba-tiba mengeluh tidak dapat melihat dengan jelas dan merasa pusing.

Kondisi Vanreko semakin memburuk hingga ia kehilangan kesadaran. Tim kesehatan dari Pusdikkes yang berada di tempat kejadian segera memberikan pertolongan pertama yang diperlukan.

Dalam pemeriksaan awal, tim medis menemukan bahwa tekanan darah Vanreko menurun dan suhu tubuhnya meningkat. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa ia mengalami heatstroke, sebuah kondisi yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara signifikan akibat paparan panas dan aktivitas fisik yang berat.

Upaya penanganan awal dilakukan untuk menurunkan suhu tubuhnya. Ia juga mendapatkan cairan melalui infus dan bantuan oksigen sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Petugas medis melakukan pendinginan dengan mengompres dingin tubuh Vanreko, memberikan cairan infus, serta terapi oksigen sebelum ia dibawa ke ruang gawat darurat di RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut informasi yang dilansir oleh Mayo Clinic, heatstroke atau sengatan panas adalah kondisi serius di mana suhu tubuh mencapai tingkat sangat tinggi. Biasanya, kondisi ini muncul akibat paparan berkepanjangan di lingkungan panas atau aktivitas fisik yang berat di cuaca yang panas.

Heatstroke merupakan bentuk paling parah dari cedera akibat panas. Kondisi ini dapat terjadi saat suhu inti tubuh mencapai 40 derajat Celsius atau lebih, dan sering kali terjadi pada musim panas.

Dengan memahami insiden yang dialami Vanreko, penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda dan bahaya heatstroke, serta mengambil langkah-langkah pencegahan saat beraktivitas di lingkungan yang panas. Melalui kesadaran yang lebih tinggi, kita dapat melindungi diri dan orang lain dari potensi risiko kesehatan yang berbahaya.

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menjaga Kebersihan Lingkungan Rumah untuk Kesehatan Keluarga

➡️ Baca Juga: Industri Kecantikan Lokal Berkomitmen Tingkatkan Kesadaran Lingkungan kepada Konsumen

Exit mobile version