Jakarta – Livy Renata baru-baru ini menjelaskan mengapa ia tampak jarang muncul di berbagai podcast dan platform media sosial. Ternyata, ia tidak sedang mengambil jeda dari kariernya sebagai influencer, melainkan lebih memilih untuk berkeliling ke berbagai negara.
Menariknya, keputusan Livy untuk melakukan perjalanan ini diambil saat aktivitas pekerjaannya sebagai influencer tidak seaktif biasanya. Ia mengakui bahwa kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami kesulitan turut memengaruhi jumlah proyek yang dapat ia ambil.
“Oh my God, saya sudah ke mana-mana traveling karena ekonomi Indonesia lagi sulit jadi saya tidak mendapatkan pekerjaan, pekerjaan jadi melambat,” ungkap Livy Renata dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di YouTube pada Selasa, 8 September 2026.
Daripada menghabiskan waktu di Indonesia tanpa banyak kesibukan, Livy memilih untuk memanfaatkan momen tersebut dengan berkeliling. Menurutnya, melakukan perjalanan menjadi pilihan yang lebih menyenangkan ketika jadwal kerja sedang kosong.
“Jadi, ngapain saya di sini lebih baik traveling kan,” tambahnya.
Walaupun bepergian ke luar negeri biasanya memerlukan biaya yang tidak sedikit, Livy memiliki strategi tersendiri untuk mengurangi pengeluaran. Ia menjelaskan bahwa banyak temannya yang tinggal di berbagai negara, sehingga ia bisa menginap di tempat mereka tanpa harus mengeluarkan biaya akomodasi.
“Ya, benar sih, tapi kan teman-teman saya ada di mana-mana jadi saya bisa nginep, tinggal buang uang untuk tiket saja,” kata Livy.
Waktu luang yang dimilikinya dimanfaatkan untuk menjelajahi berbagai destinasi menarik. Ia menyebutkan bahwa ia telah mengunjungi Australia, Los Angeles, Jepang, China, hingga Hong Kong.
Kebiasaan traveling tersebut semakin mudah baginya berkat beberapa teman yang sedang menjalani pendidikan di luar negeri. Hal ini memberinya kemudahan untuk mendapatkan tempat tinggal tanpa harus selalu membayar hotel.
“Teman-teman saya kan banyak yang kuliah di luar negeri,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang cukup lama ia tinggali adalah Los Angeles. Bahkan, ia menghabiskan hampir sebulan di kota tersebut dan tinggal di rumah temannya.
Cerita Livy memberi gambaran mengenai sisi lain kehidupannya saat karier sebagai influencer sedang melambat. Alih-alih melihat kurangnya pekerjaan sebagai sebuah masalah, ia justru memanfaatkan waktu tersebut untuk traveling dan bersosialisasi dengan teman-temannya di berbagai belahan dunia.
➡️ Baca Juga: Target Penjualan Mobil Indonesia 2026: Strategi untuk Meningkatkan Pencapaian Pasar
➡️ Baca Juga: Kanaya Whu: Penyanyi Sunda yang Meninggal dan Dimakamkan oleh Dedi Mulyadi
