Hasil Survei PPI: Elektabilitas KDM Teratas Sebagai Cawapres 2029 Ungguli Gibran dan AHY

Hasil survei terbaru dari Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), menduduki peringkat teratas dalam simulasi elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Posisi ini menandakan potensi besar bagi KDM dalam kontestasi politik mendatang.

Dalam pemaparan hasil survei yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Adi Prayitno pada acara peluncuran Survei Nasional “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Jakarta pada Minggu (18/10/2026), KDM berhasil meraih elektabilitas sebesar 21 persen. Angka ini mengungguli Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang hanya memperoleh 14,2 persen dalam simulasi serupa.

Berikutnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tercatat memiliki elektabilitas sebesar 7,1 persen, sementara Anies Baswedan berada di angka 7 persen. Kedua tokoh ini menunjukkan bahwa meskipun mereka memiliki pengenalan publik yang baik, hasil elektabilitas mereka masih jauh dari KDM.

Di bawah mereka, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat elektabilitas sebesar 4,8 persen, diikuti oleh Mahfud MD yang meraih 4,4 persen. Nama-nama lain seperti Sherly Tjoanda dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga terdaftar dengan elektabilitas masing-masing sebesar 3,2 persen dan 3,1 persen.

Ada juga beberapa kandidat lain yang muncul dalam bursa cawapres, antara lain Ganjar Pranowo dengan 2,6 persen, Teddy Indra Wijaya sebesar 1,4 persen, dan Muhaimin Iskandar yang mencatat elektabilitas 0,9 persen. Ini menunjukkan bahwa ada variasi dalam preferensi masyarakat terhadap calon-calon yang ada.

Kaesang Pangarep juga mencatat 0,9 persen, sementara Susi Pudjiastuti memperoleh 0,8 persen. Untuk Anis Matta dan Zulkifli Hasan, masing-masing mendapatkan 0,7 persen, sedangkan Bahlil Lahadalia berada di angka 0,5 persen.

Sejumlah nama lainnya seperti Andi Amran Sulaiman, Raffi Ahmad, Sudaryono, Erick Thohir, Emil Dardak, dan Rieke Diah Pitaloka hanya mendapatkan 0,1 persen. Selain itu, 3,5 persen responden memilih nama lain, sementara 20,8 persen tidak memberikan jawaban.

Dalam survei yang sama, tingkat pengenalan publik terhadap Gibran mencapai angka yang sangat tinggi, yaitu 93,8 persen, menempatkannya di posisi kedua setelah Prabowo Subianto yang mendapatkan 96,8 persen. Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan 90,9 persen, diikuti oleh Ganjar Pranowo dengan 85,8 persen, dan Dedi Mulyadi yang memperoleh 84,3 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengenalan publik terhadap seorang calon sangat tinggi, hal tersebut tidak otomatis menjamin posisi teratas dalam simulasi elektabilitas cawapres. Ini mencerminkan kompleksitas dinamika politik yang ada.

Hasil survei ini seharusnya dipahami sebagai gambaran preferensi responden pada saat survei dilaksanakan, bukan sebagai prediksi pasti untuk hasil akhir Pilpres 2029. Elektabilitas para calon masih sangat mungkin berubah seiring dengan dinamika politik dan perkembangan pencalonan menjelang pemilu yang akan datang.

➡️ Baca Juga: Prabowo Luncurkan Sekolah Rakyat untuk Mempersiapkan Generasi Emas 2045

➡️ Baca Juga: Meningkatnya Kasus Cyclosporiasis di AS: Sayuran Terkait Menjadi Fokus Utama

Exit mobile version