Iptu N Dapat Tersangka Setelah Selamatkan Bilqis dari Penculikan, Remaja di Makassar Tewas Tertembak

Anggota kepolisian yang terlibat dalam insiden yang mengakibatkan kematian seorang remaja bernama Betrand Eka Prasetyo (18) di Makassar, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana.

“Benar, dia telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya kepada awak media pada hari Kamis, 5 Maret 2026.

Polisi yang dimaksud adalah Inspektur Polisi Satu (Iptu) N. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Propam Polrestabes Makassar dan terus mengalami perkembangan. Menariknya, Iptu N sebelumnya dikenal publik sebagai sosok yang berhasil menyelamatkan Bilqis Ramadhani (4,5), korban penculikan di Jambi pada tahun 2025 lalu.

Namun, kini ia harus menghadapi proses hukum setelah terlibat dalam insiden penembakan di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar, yang terjadi pada hari Minggu, 1 Maret 2026. Pihak kepolisian memastikan bahwa mereka tidak akan menutupi jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa Betrand meninggal dunia setelah terkena tembakan dari senjata api milik seorang oknum polisi saat proses penangkapan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan.

Insiden tersebut terjadi setelah korban diduga terlibat dalam aksi tawuran menggunakan senjata mainan berpeluru jeli. Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut berlangsung pada hari Minggu, 1 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WITA.

Kapolsek Rapocini melaporkan melalui handy talky (HT) mengenai sekelompok remaja yang diduga bermain dengan senapan mainan di jalanan, yang mengganggu ketenangan warga. Berdasarkan laporan, para remaja tersebut diduga mencegat pengguna jalan, bahkan ada yang sampai mendorong dan menendang pengendara yang melintas.

“Tindakan-tindakan ini sangat mengganggu masyarakat,” jelasnya pada hari Rabu, 4 Maret 2026.

Mendapatkan laporan tersebut, Iptu N segera menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, ia melihat Betrand melakukan tindakan agresif terhadap seorang pengendara motor. Iptu N kemudian turun dari mobil dan berusaha melakukan penangkapan. Dalam proses tersebut, ia melepaskan tembakan peringatan.

“Begitu Iptu N keluar dari kendaraan, dia langsung melakukan penangkapan sambil mengeluarkan tembakan peringatan,” ujarnya.

Namun, situasi menjadi lebih rumit ketika korban berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Dalam keadaan tersebut, senjata api yang masih dipegang oleh Iptu N dilaporkan meletus dan mengenai bagian belakang tubuh korban.

➡️ Baca Juga: Terungkap! Rahasia Bloatware Samsung dan Google Setelah Analisis 50 Apps

➡️ Baca Juga: Merawat Burung Kolibri di Ruang-ruang Kecil Apartemen Meksiko

Exit mobile version