Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, telah meluas sejak Jumat, 9 Oktober 2026. Dampak dari bencana ini telah menyebar ke 10 distrik, dengan total lahan yang terbakar mencapai lebih dari 63 hektare. Beberapa titik api yang masih ada kesulitan dalam penanganannya akibat akses yang sulit menuju lokasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Minggu, 11 Oktober 2026, data mengenai luas lahan yang terbakar di sembilan lokasi telah mencapai sekitar 63 hektare. Sementara itu, pengukuran lahan yang terbakar di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, masih dalam proses evaluasi.
“Berdasarkan data sementara, luas area yang terbakar di sembilan lokasi yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 63 hektare. Sementara itu, untuk lahan yang terbakar di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, saat ini masih dalam tahap pendataan,” jelas Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Distrik-distrik yang terdampak oleh kebakaran ini mencakup Kurik, Nokenjere, Sota, Tanah Miring, Eli Kobel, Muting, Subur, Ilwayab, Ngguti, dan Kaptel. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat.
Lokasi kebakaran tersebar di beberapa titik, antara lain Kampung Harapan Makmur, Kampung Kondo, Desa Sota, Desa Sarmayam Indah, Desa Bumun, Desa Set Agung, Kampung Wakai, Kampung Wanam, Kampung Salam Epe, dan Kampung Ihalik. Luas lahan yang terbakar menunjukkan bahwa masalah karhutla di daerah ini cukup serius.
BNPB menekankan bahwa data yang ada saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan perkembangan dan pemutakhiran informasi di lapangan. Penyebab pasti dari kebakaran juga masih dalam tahap penyelidikan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya karhutla ini.
“Semua angka yang disampaikan merupakan data sementara dan bisa berubah seiring dengan hasil pemutakhiran yang dilakukan di lapangan. Penyebab kebakaran juga sedang dalam proses penyelidikan,” tambahnya.
Dalam upaya penanganan karhutla, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Selatan telah menjalin kerja sama dengan BPBD Kabupaten Merauke dan pihak distrik untuk melakukan pendataan serta pengendalian kebakaran. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari kebakaran yang terjadi.
Berdasarkan kondisi terkini pada Sabtu, 10 Oktober 2026, api di Kampung Harapan Makmur, Desa Sota, Desa Sarmayam Indah, dan Desa Bumun telah berhasil dipadamkan. Petugas kini sedang berada di tahap pendinginan di lokasi-lokasi tersebut untuk mencegah terjadinya kebakaran kembali.
Namun, kebakaran di Desa Set Agung masih memerlukan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pihak perusahaan juga terlibat dalam upaya pemadaman api di Kampung Wanam dan Kampung Salam Epe untuk meringankan beban penanganan yang ada.
Di sisi lain, kebakaran yang terjadi di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, Kampung Wakai, Distrik Subur, serta Kampung Ihalik, Distrik Kaptel, masih belum dapat ditangani. Kendala akses yang jauh dan sulitnya medan menjadi tantangan besar bagi upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
➡️ Baca Juga: Go Ahead Eagles Tanggapi Protes NAC Breda Mengenai Status WNI Dean James
➡️ Baca Juga: Konektivitas Digital NTT Pasca-Gempa Telah Pulih 100 Persen Berkat Telkom
