Kota Solo dan Kabupaten Bandung Menghadapi Ancaman Banjir yang Serius

Kota Surakarta (Solo) di Provinsi Jawa Tengah mengalami bencana banjir yang cukup serius setelah hujan lebat berlangsung cukup lama pada Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 21.42 WIB. Menurut informasi terkini per Rabu, 15 April 2026, pukul 17.40 WIB, sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terpaksa terdampak akibat peristiwa ini.

Dari jumlah tersebut, 1.083 KK tersebar di berbagai kelurahan, di antaranya Pajang dengan 130 KK, Joyosuran 117 KK, Tipes 211 KK, Bumi 85 KK, Joyontakan 15 KK, Panularan 187 KK, Sondakan 27 KK, Laweyan 9 KK, Sangkrah 47 KK, Kedung Lumbu 230 KK, Jebres 23 KK, dan Mojosongo 2 KK. Meskipun sebagian besar area yang terendam sudah mulai surut, proses pendataan dan evaluasi masih berlangsung di beberapa lokasi.

Selain masalah genangan air, kejadian ini juga menyebabkan longsornya talud di RW 14 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat aman seperti masjid, balai warga, sekolah, dan rumah tetangga. Saat ini, puluhan jiwa yang terdampak masih membutuhkan dukungan dalam hal logistik dan layanan dasar.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, bersama berbagai pihak terkait, telah melaksanakan penanganan darurat yang mencakup asesmen, evakuasi warga, dan koordinasi lintas sektoral. Bantuan logistik yang telah disalurkan meliputi matras, selimut, paket sembako, makanan siap saji, serta pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial dan elemen masyarakat lainnya.

Pada waktu yang bersamaan, banjir juga melanda Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang disebabkan oleh hujan deras serta peningkatan debit air Sungai Cisunggalah hingga mengakibatkan jebolnya tanggul pada Selasa, 14 April.

Banjir tersebut berdampak pada dua kecamatan, yakni Majalaya dan Bojongsoang, yang mencakup empat desa: Bojong, Bojongsoang, Bojongsari, dan Tegalluar.

Data sementara menunjukkan bahwa sekitar 95 KK atau sekitar 250 jiwa terdampak, serta 95 unit rumah terpengaruh banjir. Hingga Rabu, 15 April 2026, kondisi di Kecamatan Majalaya sudah sepenuhnya surut, sementara di Kecamatan Bojongsoang, tinggi muka air masih berkisar antara 10 hingga 150 cm.

BPBD Kabupaten Bandung dan pihak terkait lainnya terus melakukan asesmen dan pendataan serta mengimbau masyarakat untuk mencari tempat aman ketika cuaca buruk berlangsung. Upaya pembersihan sisa-sisa material lumpur juga dilakukan secara gotong royong antara petugas dan masyarakat setempat.

Saat ini, Kabupaten Bandung masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi, sesuai dengan keputusan bupati dan gubernur setempat.

➡️ Baca Juga: 5 Kebiasaan Produktif yang Meningkatkan Efisiensi Kerja Anda Setiap Hari

➡️ Baca Juga: Fadli Zon Minta Aktivitas Penambangan Tidak Ganggu Situs Sejarah dan Ekosistem Alam

Exit mobile version