Krisantus Kurniawan Tantang Dedi Mulyadi Bangun Kalbar dengan APBD Rp6T, Siap Cium Lututnya Jika Berhasil

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, baru-baru ini menyampaikan tantangan kepada Dedi Mulyadi dalam sebuah forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diadakan di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 9 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menyatakan bahwa dia bersedia untuk “mencium lutut” Dedi Mulyadi, jika mantan Gubernur Jawa Barat itu mampu membangun Kalimantan Barat hanya dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6 triliun.

“Silakan, jika Dedi Mulyadi ingin menjadi Gubernur Kalbar. Saya ingin melihat hasilnya, tetapi harus dengan APBD Rp6 triliun untuk membangun Kalbar. Jika dia bisa melakukannya, saya akan mencium lututnya,” tegas Krisantus dalam tayangan video yang beredar di Twitter/X @tijabar.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap sebuah video viral yang beredar di TikTok, di mana masyarakat mengungkapkan keluhan mengenai kondisi jalan rusak di beberapa daerah di Kalimantan Barat.

Dalam video tersebut, seorang anak mewakili suara dari daerah Bedayan, mengatakan, “Kami ingin menyampaikan bahwa jalan kami rusak, karena gubernur kami tidak bekerja dengan baik, hanya memikirkan kepentingan pribadi dan tidak mempedulikan rakyat. Mungkin lebih baik jika Kang Dedi menjadi gubernur selama dua bulan,” ungkapnya dalam video TikTok @elisabetmurniw.

Menanggapi pernyataan tersebut, Krisantus menekankan bahwa perbandingan antara kedua provinsi tidak mempertimbangkan sejumlah faktor fundamental. Ia menjelaskan bahwa luas wilayah Jawa Barat sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD mencapai Rp31 triliun, sementara Kalimantan Barat memiliki luas sekitar 171 ribu kilometer persegi dengan anggaran hanya Rp6 triliun.

Krisantus menggarisbawahi bahwa luas wilayah berpengaruh besar terhadap biaya pembangunan, dari pembangunan infrastruktur jalan hingga penyediaan jaringan listrik.

“Semakin luas wilayah, semakin tinggi biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan. Jalan yang harus dibangun lebih panjang, begitu pula dengan jaringan listrik. Maka, penting bagi masyarakat untuk memahami hal ini dengan baik,” ujarnya.

Krisantus juga menyoroti tantangan yang dihadapi akibat keterbatasan anggaran daerah yang semakin terasa akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk di Kabupaten Sintang.

Salah satu ruas jalan yang sempat viral dari kawasan Bedayan, saat ini sedang dalam proses penanganan. Menurut Krisantus, pemerintah daerah telah mengerahkan alat berat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk mempercepat proses perbaikan tersebut.

➡️ Baca Juga: Mobil Pikap Legendaris Kini Beralih Menjadi Kendaraan Listrik yang Inovatif

➡️ Baca Juga: Kesehatan Mental di Masa Pandemi: Tantangan yang Dihadapi Masyarakat

Exit mobile version