Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance, mengkonfirmasi bahwa ada kemungkinan serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata AS secara tidak sengaja mengenai warga sipil.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan mengenai serangan AS yang menargetkan sebuah acara pernikahan di wilayah selatan Iran.
“Amerika Serikat tidak pernah memiliki niat untuk menyerang warga sipil dalam setiap pertempuran. Hal itu tidak akan pernah terjadi. Namun, kami menyadari bahwa dalam situasi tertentu, kesalahan bisa saja terjadi. Ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka berupaya untuk belajar dari insiden tersebut agar dapat melakukan perbaikan di masa mendatang,” ungkap Vance.
Dia juga menambahkan bahwa pihak AS sedang melakukan investigasi terkait insiden ini.
Menurut keterangan resmi dari otoritas Iran, sebuah upacara pernikahan di Sirik, Hormozgan, pada malam hari Selasa (1/9), menjadi sasaran serangan, yang mengakibatkan lima orang tewas dan sekitar 70 lainnya mengalami luka-luka, berdasarkan informasi terbaru.
Pada malam tersebut, AS meluncurkan serangkaian serangan besar-besaran yang menargetkan berbagai lokasi di Iran.
Berdasarkan informasi dari Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan tersebut menyasar fasilitas-fasilitas yang dikelola oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, serta fasilitas komunikasi.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balik terhadap infrastruktur militer AS yang ada di beberapa negara di Timur Tengah.
➡️ Baca Juga: 155.543 Siswa Lolos SNBP 2026, Begini Cara Cek Hasilnya Secara Resmi
➡️ Baca Juga: 5 Smartphone dengan Kapasitas RAM 24GB: Kelebihan atau Kebutuhan?
