Temuan Tim Forensik Setelah Bongkar Makam: Jempol Kaki Kiri Sutrimo Diduga Hilang Karumga Febrie

Tim forensik telah menemukan keanehan signifikan pada jasad Sutrimo yang diekshumasi di Banyumas, Jawa Tengah, yakni hilangnya jempol kaki kiri. Temuan ini menambah kompleksitas kasus yang sedang diselidiki.

Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI), Brigadir Jenderal Polisi Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan, “Ciri khas yang kami temukan adalah tidak adanya jempol pada kaki kiri jenazah.”

Mengacu pada ciri-ciri yang telah dikumpulkan, Sumy menegaskan bahwa jasad yang diekshumasi tersebut adalah Sutrimo. Kepastian ini semakin kuat setelah tim forensik mencocokkan berbagai ciri fisik jenazah dengan informasi yang diberikan oleh keluarga.

Selain hilangnya jempol kaki kiri, tim juga melakukan verifikasi terhadap bekas luka pada bahu kanan, yang sebelumnya diketahui oleh keluarga sebagai bekas dari operasi kecil. Hal ini menambah kejelasan tentang identitas jenazah yang diperiksa.

“Luka yang ada di bahu kanan itu sebelumnya sudah diinformasikan oleh keluarga sebagai bekas operasi kecil yang pernah dilakukan,” jelasnya lebih lanjut.

Meski jasad Sutrimo telah diekshumasi dan menjalani pemeriksaan oleh tim forensik, misteri di balik kematiannya masih belum terpecahkan. Hasil awal dari pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada luka yang mencolok, yang dapat mengindikasikan adanya tindakan kekerasan.

Tim forensik menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat benda tumpul atau tajam pada tubuh Sutrimo. Namun, temuan ini belum memberikan kejelasan tentang bagaimana pria berusia 42 tahun tersebut meninggal dunia.

Ketua Tim Forensik, Ahmad Yudianto, mengungkapkan bahwa pemeriksaan lebih mendalam masih diperlukan untuk menentukan penyebab kematian secara ilmiah.

“Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, kami tidak menemukan tanda-tanda luka yang mengindikasikan kekerasan tumpul ataupun tajam. Oleh karena itu, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengambil sampel yang diperlukan guna mencari tahu penyebab pasti kematian,” ungkap Yudi kepada wartawan.

Perlu dicatat, Sutrimo yang kematiannya kini sedang dalam proses penyelidikan mendapatkan klarifikasi dari pihak mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Diketahui bahwa Sutrimo bukanlah Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie, melainkan seorang yang dipekerjakan untuk merawat dan menjaga bangunan Klinik Mordent.

Pengacara Febrie, Firman Wijaya, menyatakan bahwa informasi mengenai posisi Sutrimo sebelumnya perlu diluruskan. Menurutnya, Sutrimo lebih banyak tinggal dan bertugas menjaga bangunan Klinik Mordent yang kini dalam keadaan kosong.

➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Pemerintah Mengelola Arus Balik Lebaran Agar Lancar dan Tertib

➡️ Baca Juga: Prabowo Luncurkan Sekolah Rakyat untuk Mempersiapkan Generasi Emas 2045

Exit mobile version