Biro perjalanan umrah di Surabaya memberikan jaminan bahwa jemaah yang saat ini berada di Tanah Suci dalam keadaan aman, meskipun situasi keamanan di Timur Tengah mengalami ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
KH Husaini Basir, Direktur Biro Perjalanan Haji dan Umrah Chatour Travel, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 175 jemaah umrah yang sedang menjalankan ibadah di Mekkah dan Madinah.
“Pada malam minggu ini, kami berencana untuk mengirimkan 35 jemaah umrah tambahan dari Indonesia ke Arab Saudi,” kata Husaini Basir pada hari Kamis.
Penerbangan yang Digunakan
Husaini menegaskan bahwa pihaknya menggunakan penerbangan langsung dari Arab Saudi menuju Surabaya, begitu juga sebaliknya. Metode ini dianggap relatif aman karena tidak melewati wilayah-wilayah yang tergolong sebagai zona merah konflik.
“Rute penerbangan langsung ini lebih aman karena tidak melintasi wilayah yang terpengaruh oleh ketegangan,” tambah Husaini.
Dengan pola penerbangan tersebut, pihak travel meyakini bahwa jemaah tidak akan terpengaruh langsung oleh dinamika keamanan yang terjadi di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Tanggapan terhadap Peringatan Perjalanan
Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi mengeluarkan peringatan kepada warga Surabaya untuk menunda perjalanan ke Timur Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, berharap agar informasi disampaikan kepada masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
“Banyak jalur penerbangan langsung yang aman dan sama sekali tidak terpengaruh oleh gejolak yang ada di Timur Tengah,” harapnya.
Pihak agen perjalanan juga berharap agar pernyataan dari pejabat daerah tidak menyebabkan kekhawatiran yang berlebihan di kalangan jemaah. Mereka meminta Kementerian Haji dan Umrah untuk memberikan penjelasan yang komprehensif agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak membingungkan.
Di tengah situasi yang terus berubah ini, biro perjalanan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan otoritas terkait serta maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
➡️ Baca Juga: Festival Musik Tradisional di Jawa, Melestarikan Budaya
➡️ Baca Juga: Kebijakan Imigrasi AS: Apa yang Berubah di Tahun Ini?
