Jakarta – PT Tracon Industri telah berhasil menyelesaikan proyek penting terkait pemipaan sumur produksi di kawasan Kamojang, Jawa Barat. Proyek yang berada dalam lingkup kerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) ini diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, yakni dalam waktu dua bulan lebih awal.
Melalui proyek ini, PT Tracon Industri berperan aktif dalam mendukung PGE untuk memastikan distribusi uap ke pembangkit listrik berlangsung dengan efisien, yang pada gilirannya menjaga kestabilan pasokan listrik ramah lingkungan di Indonesia. Energi panas bumi memiliki kontribusi signifikan dalam diversifikasi sumber energi nasional karena kemampuannya untuk menyediakan energi stabil selama 24 jam dengan emisi yang minimal.
Direktur Operasi dan Usaha PT Tracon Industri, Wartono, menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh PGE adalah sebuah tanggung jawab sekaligus wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam memperkuat sektor energi terbarukan di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk mendukung transisi energi dengan melaksanakan proyek yang presisi. Keberhasilan ini juga menjadi bukti kolaborasi yang solid antara berbagai pihak dalam upaya bersama mencapai target Net Zero Emission Indonesia,” ungkap Wartono pada hari Minggu, 15 Maret 2026.
Secara teknis, PT Tracon Industri melakukan pembangunan jalur pipa baru yang menghubungkan sumur produksi KMJ-19/5 ke Mainline PL-405, serta KMJ-30/3 ke Mainline PL-403. Lingkup pekerjaan mencakup semua tahap dari desain teknik detail, pengadaan material, konstruksi di lapangan, hingga proses commissioning dan sertifikasi SKPP (Sertifikat Kelayakan Penggunaan Peralatan).
Pelaksanaan proyek ini melibatkan lebih dari 30 tenaga ahli yang berkompeten di bidang pemipaan dan konstruksi energi. Jalur pemipaan dirancang sesuai dengan standar rekayasa yang ketat, menggunakan metode Pipe Stress Analysis, sehingga mampu menyalurkan uap dengan kapasitas maksimum hingga 150 ton per jam.
General Manager PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Kamojang, I Made Budi Kesuma Adi Putra, menilai bahwa PT Tracon Industri menunjukkan tingkat profesionalisme yang tinggi serta pemahaman mendalam terhadap standar operasional di lingkungan PGE. “Percepatan penyelesaian proyek ini tentu memberikan dampak positif bagi operasional PGE Area Kamojang dan mengurangi risiko LPO (Loss Production Opportunity),” tambahnya.
Keberhasilan PT Tracon Industri dalam proyek ini tidak terlepas dari penerapan standar kualitas dan keselamatan kerja yang ketat sepanjang proses pelaksanaan. “Setiap tahapan pekerjaan dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang, dengan penyusunan HSE (Health, Safety, and Environment) Plan, Quality Plan, serta prosedur kerja yang komprehensif. Ini telah menjadi bagian dari budaya kerja kami untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai regulasi, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas yang terbaik,” jelas Wartono.
➡️ Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Judi Online Bernilai Miliaran
➡️ Baca Juga: Kunjungan Menteri Sosial ke Panti Asuhan: Upaya Pemberdayaan
