Video Haru Ibu dan Anak Berpelukan Saat Meninggal Akibat Gempa NTT

Video yang menggugah hati menunjukkan momen memilukan ketika seorang ibu ditemukan berpelukan dengan anaknya setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Peristiwa ini menggambarkan salah satu sisi tragis dari dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat proses evakuasi korban dari antara puing-puing bangunan. Salah satu momen yang paling menyentuh hati adalah ketika seorang ibu dan anaknya ditemukan dalam posisi berpelukan. Sayangnya, keduanya dilaporkan telah meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tersebut.

Video tersebut dibagikan melalui akun Instagram @officialputrajaya94. Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi di tengah upaya evakuasi masyarakat yang menjadi korban gempa.

“Moment seorang ibu yang sedang memeluk anaknya yang dikabarkan meninggal dunia dalam proses Evakuasi warga atas bencana gempa di NTT,” tulis keterangan unggahan Instagram @officialputrajaya94 pada hari Minggu, 16 Agustus 2026.

Unggahan itu juga menyertakan pesan duka cita bagi para korban dan keluarga yang terdampak oleh bencana yang terjadi.

“Turut berduka cita atas bencana gempa yang terjadi di NTT dan sekitarnya, semoga para korban diberi kekuatan dan ketabahan dalam melewati masa-masa ini. Aamiin,” tambahnya.

Gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Flores pada pagi hari tersebut.

Guncangan kuat itu terjadi di Pulau Flores, NTT, pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA, menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG menyebut bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar naik atau thrust fault. Getaran kuatnya dirasakan di berbagai daerah di Flores, termasuk Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dan Ruteng di Kabupaten Manggarai.

Dampak dari gempa ini juga terlihat pada beberapa bangunan. Salah satunya adalah Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, yang mengalami kerusakan. Beberapa panel atap bangunan bandara terlihat berjatuhan akibat guncangan yang kuat.

Tidak hanya di NTT, getaran gempa ini juga dirasakan hingga ke Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat serta Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

Menurut laporan terbaru, jumlah korban yang meninggal akibat bencana ini telah mencapai 47 orang.

➡️ Baca Juga: FIFA Menjatuhkan Sanksi kepada Israel Setelah Laporan dari Palestina

➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan Efektif untuk Gaya Hidup Digital di Era Modern

Exit mobile version