Munculnya jerawat di wajah selama bulan puasa sering kali menjadi masalah yang dikeluhkan oleh banyak orang. Kejadian ini dapat menimbulkan kecemasan, terutama ketika kulit yang sebelumnya mulus tiba-tiba mengalami peradangan atau munculnya jerawat.
Namun, secara medis, fenomena ini sebenarnya cukup lazim terjadi, terutama pada minggu-minggu awal puasa ketika tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan dan hidrasi yang baru. Mari kita telaah lebih dalam mengenai hal ini!
Selama menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan signifikan dalam hal jadwal asupan makanan dan cairan. Apabila kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik, kulit dapat mengalami dehidrasi, yang berdampak pada berbagai masalah kulit, termasuk jerawat. Hal ini sangat berkaitan dengan fungsi pelindung alami kulit, yang dikenal dengan istilah skin barrier.
“Sering kali, keluhan mengenai jerawat ini muncul pada fase awal puasa, bahkan bisa berlanjut hingga minggu kedua. Ini disebabkan oleh kurangnya hidrasi. Kurangnya hidrasi berpengaruh langsung terhadap skin barrier. Ketika skin barrier terganggu, kulit tidak hanya menjadi kering, tetapi juga dapat memengaruhi keseimbangan mikrobioma kulit,” ungkap Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE, dalam acara Hydra Boost Your Glow 10 out of 10, di Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.
Skin barrier berfungsi sebagai lapisan pelindung yang menjaga kelembapan kulit serta melindunginya dari berbagai faktor eksternal seperti bakteri, polusi, dan iritasi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, lapisan pelindung ini dapat terganggu, sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah.
Gangguan pada skin barrier juga berhubungan erat dengan keseimbangan mikroorganisme alami yang terdapat di permukaan kulit, yang dikenal sebagai skin microbiome. Ketika keseimbangan ini terputus, berbagai masalah kulit, termasuk jerawat, dapat muncul.
“Ketidakseimbangan pada skin microbiome, yang dalam istilah medis disebut sebagai dysbiosis, dapat mempermudah munculnya jerawat, yang merupakan kondisi kulit inflamasi. Tidak hanya jerawat, tetapi juga masalah kulit inflamasi lainnya bisa terjadi,” tambahnya.
Selain faktor hidrasi, pola makan selama berpuasa juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Konsumsi makanan yang mengandung garam dan gula berlebihan dapat memperburuk kondisi kulit, karena dapat memicu dehidrasi pada sel-sel kulit. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan nutrisi saat sahur dan berbuka sangatlah penting untuk mendukung kesehatan kulit.
➡️ Baca Juga: Peluang Karier dalam Dunia Kecantikan
➡️ Baca Juga: Inovasi Travel: Apa yang Membuatnya Begitu Spesial?
