Iran memberikan peringatan tegas bahwa setiap upaya invasi darat atau pendudukan wilayahnya oleh Amerika Serikat akan berujung pada konsekuensi yang sangat merusak. Ibrahim Zolfaqari, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menegaskan bahwa pasukan AS berpotensi mengalami kehancuran yang parah, bahkan bisa dijadikan “makanan bagi hiu” di Teluk Persia.
Dalam pernyataannya yang disampaikan pada hari Minggu, 29 Maret, Ibrahim menekankan pentingnya Amerika Serikat untuk menghindari invasi darat ke Iran. Dia memperingatkan bahwa langkah semacam itu bukan hanya akan menimbulkan risiko yang tinggi, tetapi juga akan mempermalukan kekuatan militer AS di mata internasional.
Ibrahim juga merujuk pada ancaman yang berulang kali diungkapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, mengenai kemungkinan operasi darat dan pendudukan sejumlah pulau di Teluk Persia. Dia menilai rencana tersebut sebagai hal yang tidak realistis dan mencurigai bahwa Presiden AS berada di bawah pengaruh tekanan eksternal, serta menunjukkan sikap yang tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pimpinan militer AS telah menyerahkan komando kepada individu yang membuat keputusan yang berpotensi membahayakan keselamatan pasukan Amerika. Dia mengingatkan bahwa pasukan AS di kawasan tersebut menghadapi ancaman serius setiap hari yang dapat mengancam keberlangsungan misi mereka.
Menurut laporan dari Tanshim News Agency, pada hari Senin, 30 Maret 2026, Ibrahim juga menyoroti bahwa pasukan Amerika terpaksa mundur dari basis yang telah hancur dan kini mencari perlindungan di lokasi-lokasi sipil dan pusat ekonomi di negara-negara sekitarnya, meskipun mereka tetap dalam posisi rentan terhadap serangan.
Menyinggung kemungkinan terjadinya invasi darat, Ibrahim menegaskan bahwa pasukan Iran telah mempersiapkan diri untuk menghadapi skenario tersebut selama waktu yang lama dan siap memberikan respons yang tepat kapan pun dibutuhkan. Dia memperingatkan bahwa tindakan agresif atau upaya pendudukan pasti akan mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk penangkapan, kehancuran pasukan, hingga hilangnya kekuatan yang melakukan invasi.
Ia menegaskan kembali bahwa para komandan dan tentara Amerika dapat berakhir sebagai “makanan bagi hiu” di Teluk Persia, menyoroti betapa seriusnya konsekuensi yang dapat mereka hadapi jika melanjutkan rencana tersebut.
Ibrahim juga mengingatkan para pemimpin AS untuk mempelajari sejarah Iran dan mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu dalam menghadapi penjajah asing. Dia memperingatkan agar mereka tidak membuat keputusan yang keliru yang dapat mengakibatkan banyak korban di kalangan pasukan Amerika.
Di akhir pernyataannya, dia menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Iran selalu dalam keadaan siap dan akan menghadapi setiap upaya nyata untuk melaksanakan ancaman tersebut dengan tegas.
➡️ Baca Juga: Wajah Berjerawat saat Puasa: Apakah Ini Hal yang Normal?
➡️ Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Harapkan Penyelesaian Damai Pasca Sidang Adat Kasus Pemakaman Toraja
