Koko Erwin Terungkap, Polri Buru Bandar Narkoba Boy dan Para Kurirnya

Terduga bandar narkoba bernama A. Hamid yang dikenal dengan panggilan Boy, beserta seorang kurir bernama Satriawan alias Awan, kini tengah menjadi incaran pihak kepolisian. Keduanya terlibat dalam jaringan narkoba yang terhubung dengan bandar narkoba Koko Erwin.
Direktur Tindak Pidana Narkoba dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa kedua individu ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dicari oleh kepolisian.
“Proses pengejaran dan pencarian saat ini tengah dilakukan oleh tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda NTB,” ungkapnya pada Senin, 2 Maret 2026.
Eko melanjutkan, terduga bandar narkoba Boy diduga telah memberikan sejumlah uang kepada Ajun Komisaris Polisi Malaungi, mantan Kepala Satresnarkoba Polres Bima Kota, yang kini menjadi tersangka dalam kasus narkoba.
“Sejak Juni 2025 hingga November 2025, tersangka Malaungi menerima total uang mencapai Rp1,8 miliar dari A. Hamid alias Boy sebagai bentuk uang atensi,” ujarnya.
Uang yang diterima oleh Malaungi kemudian diserahkan kepada Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Putra Kuncoro, mantan Kapolres Bima Kota, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba di lingkungan Mapolres Bima Kota.
Mengenai ciri-ciri fisik Boy, Eko menjelaskan bahwa ia memiliki tinggi sekitar 171 cm, bertubuh gemuk, dengan rambut hitam bergelombang, kulit sawo matang, mata bulat, wajah lonjong, serta alis yang tebal.
Boy juga diketahui berprofesi sebagai sopir dan tinggal di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia memiliki catatan hukum sebelumnya, di mana ia pernah dijatuhi hukuman enam bulan penjara akibat kasus penyalahgunaan narkotika golongan I pada 29 Juli 2021.
Sementara itu, Satriawan alias Dae Awan dikenal berperan sebagai kurir dalam jaringan bandar narkoba Koko Erwin.
Dalam kasus yang melibatkan Koko Erwin, Awan bertugas untuk mengangkut satu kilogram sabu yang diperoleh dari seseorang di Aceh Besar, untuk disebarkan di wilayah Bima, NTB.
Ciri-ciri fisik Awan, menurut Eko, meliputi tinggi badan sekitar 160 cm, satu gigi ompong di bagian depan, kulit putih, rambut pendek dengan sedikit uban, serta memiliki luka besar di kakinya.
Awan bekerja sebagai wiraswasta dan tinggal di Desa Lampe, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.
➡️ Baca Juga: CCTV Diretas, Jejak Ayatollah Ali Khamenei Terungkap Melalui Operasi Mossad di Teheran
➡️ Baca Juga: Penanganan Kasus Kekerasan Anak di Masyarakat: Upaya Perlindungan



