Setidaknya 926 jiwa telah melayang akibat serangan terpadu yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak tanggal 28 Februari. Kementerian Kesehatan Iran mengungkapkan informasi ini pada hari Rabu, yang dilaporkan oleh Anadolu.
Juru bicara dari kementerian tersebut, Hossein Kermanpour, menyatakan bahwa sebanyak 6.186 individu mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi antara hari Sabtu hingga pukul 17.00 waktu lokal (1330 GMT) pada tanggal 4 Maret.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Kermanpour menambahkan bahwa di antara mereka yang terluka, 2.054 orang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 3.545 orang telah mendapatkan perawatan dan sudah dipulangkan, sedangkan 552 orang lainnya menerima bantuan medis di lokasi kejadian.
Ia juga melaporkan bahwa sejauh ini, sebanyak 502 prosedur bedah telah dilaksanakan untuk menangani para korban yang mengalami luka serius.
Kementerian mencatat bahwa wanita menyumbang 13 persen dari total korban tewas, sedangkan pria mencakup 87 persen. Data ini memberikan gambaran tentang demografi dari mereka yang terkena dampak langsung dari serangan ini.
Kermanpour juga mengungkapkan bahwa di antara para korban tewas terdapat 180 orang yang masih di bawah usia 18 tahun, termasuk tiga anak yang berusia di bawah lima tahun. Korban termuda dari insiden ini adalah seorang bayi berusia satu tahun yang berada di Teheran.
Di antara mereka yang terluka, 301 orang berusia di bawah 18 tahun dan 39 di antaranya berusia di bawah lima tahun. Korban luka yang termuda adalah seorang bayi laki-laki berusia enam bulan, sedangkan yang tertua adalah seorang pria berusia 91 tahun.
Serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel dan AS terhadap Iran terus berlanjut sejak hari Sabtu, dengan total korban tewas yang mencapai 926 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior lainnya.
Sebagai respons, Iran telah melancarkan serangan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal yang ditujukan langsung kepada Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi keberadaan aset militer Amerika Serikat.
➡️ Baca Juga: Raker KOBI 2025 UEU: Integrasi AI dalam Pendidikan & Riset Biologi
➡️ Baca Juga: Xbox Series X Dev Mode Bisa Emulasi PSP Sampai 8x Native Resolution Loh
