Pemkot Bandar Lampung Lakukan Penyemprotan Jalan Tertutup Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penyemprotan air di berbagai ruas jalan utama. Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap penumpukan abu vulkanik yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak kemarin.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjelaskan bahwa penyemprotan bertujuan untuk mengurangi debu vulkanik yang menempel di permukaan jalan, yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Kami telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) untuk segera melakukan penyemprotan air di beberapa ruas jalan protokol,” ungkap Eva di Kota Bandar Lampung pada Minggu, 6 September 2026.

Eva berharap bahwa upaya penyemprotan ini dapat meminimalkan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang beterbangan di udara, sehingga tidak mengganggu masyarakat dan pengguna jalan.

Selain itu, Eva juga memberikan arahan kepada petugas di setiap kecamatan untuk melakukan pendataan daerah yang terdampak oleh debu vulkanik.

“Pendataan ini penting untuk mengetahui sebaran area yang terkena dampak, sehingga pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang tepat selanjutnya,” lanjutnya.

Antoni Irawan, Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, menegaskan bahwa pihaknya bersama BPBD telah mengerahkan armada untuk melaksanakan penyemprotan di berbagai ruas jalan yang terpengaruh.

“Atas perintah Ibu Wali Kota, kami bekerja sama dengan BPBD untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak debu vulkanik yang dapat mengganggu masyarakat,” ujar Antoni.

Sementara itu, proses pendataan oleh petugas di tingkat kecamatan terus berlangsung untuk mengumpulkan informasi tentang wilayah yang terdampak.

“Petugas di kecamatan juga diarahkan untuk mendata dan mengumpulkan informasi mengenai area mana saja yang terkena dampak debu vulkanik. Data ini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif,” jelas Antoni.

➡️ Baca Juga: Eks Sekretaris MA Nurhadi Dituduh Terlibat Kasus Gratifikasi dan TPPU, Terancam 7 Tahun Penjara

➡️ Baca Juga: Telkomsel Memimpin di 11 Metrik Pengalaman Pengguna Jaringan Seluler Menurut Analisis Opensignal

Exit mobile version