Rusia Dikenal Membantu Iran dalam Menargetkan Pasukan AS di Timur Tengah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah laporan yang menyatakan bahwa Rusia diduga memberikan bantuan kepada Iran dengan membagikan informasi intelijen mengenai posisi militer Amerika Serikat di wilayah tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru akan semakin eratnya kolaborasi antara negara-negara yang selama ini menjadi pesaing utama bagi Washington.
Laporan ini pertama kali dipublikasikan oleh The Washington Post, yang mengindikasikan bahwa Rusia telah memberikan data mengenai lokasi aset militer AS kepada Iran pasca serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target Iran pada 28 Februari lalu. Informasi yang disampaikan tersebut meliputi posisi kapal perang serta pesawat militer Amerika yang beroperasi di Timur Tengah.
Menurut tiga pejabat yang memiliki pengetahuan terkait laporan intelijen tersebut, usaha Rusia dalam membantu Iran tidak bersifat terbatas. Salah satu sumber bahkan menyebutkan bahwa ini merupakan operasi yang cukup luas dan terorganisir.
“Upaya ini bersifat komprehensif,” ungkap seorang pejabat yang mengetahui rincian laporan itu.
Para analis berpendapat bahwa dukungan Rusia kemungkinan tidak hanya terbatas pada informasi umum, tetapi juga mencakup citra satelit berkualitas tinggi yang memungkinkan Iran untuk memetakan keberadaan instalasi militer Amerika Serikat dan sekutunya dengan lebih akurat.
Mike Peterson, peneliti utama dari Center for Naval Analyses, menjelaskan bahwa citra satelit semacam itu sangat berharga dalam menentukan target-target strategis.
“Dengan citra satelit beresolusi tinggi, Iran dapat mengidentifikasi pangkalan mana yang sedang digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk lokasi pesawat, stasiun intelijen, dan jalur logistik,” jelas Peterson.
Hal ini menjadi sangat signifikan mengingat Iran tidak selalu memiliki akses rutin terhadap citra satelit berkualitas tinggi, bahkan dari penyedia komersial. Beberapa perusahaan penyedia citra satelit diketahui menerapkan kebijakan yang melarang publikasi foto-foto pangkalan militer Amerika dan sekutunya.
Sebagai contoh, perusahaan citra satelit Planet Labs pada 6 Maret lalu dilaporkan menerapkan kebijakan baru yang menunda publikasi semua citra wilayah negara-negara Teluk hingga 96 jam.
Selain Rusia, ada juga indikasi bahwa China mungkin akan memberikan bantuan kepada Iran. Informasi intelijen dari Amerika menyebutkan bahwa Beijing kemungkinan sedang merencanakan dukungan finansial serta komponen rudal untuk Teheran.
➡️ Baca Juga: Beasiswa Mahasiswa Antropologi: Informasi dan Pendaftaran
➡️ Baca Juga: Kurir Sabu ‘Durian’ Dijanjikan Upah Puluhan Juta Sekali Pengiriman




