Quraish Shihab Sampaikan Pesan Nuzulul Quran tentang Perdamaian di Hadapan Presiden

Jakarta – Peringatan turunnya Al-Qur’an, yang dikenal sebagai Nuzulul Quran, bukan hanya sekadar momen religius bagi umat Muslim, tetapi juga sebuah kesempatan untuk merenungkan makna mendalam yang terkandung dalam kitab suci tersebut. Quraish Shihab, seorang ahli tafsir Al-Qur’an terkemuka di Indonesia, menekankan bahwa salah satu pesan inti dari Al-Qur’an adalah pentingnya membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh dengan toleransi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Quraish Shihab ketika ia memberikan ceramah pada peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, pada Selasa, 10 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa konsep perdamaian telah ditekankan sejak awal turunnya Al-Qur’an, menunjukkan betapa pentingnya nilai tersebut dalam ajaran Islam.
Dalam ceramahnya, ia mengungkapkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yang digambarkan sebagai malam yang sarat dengan kedamaian. Malam ini menjadi simbol yang kuat akan kehadiran pesan damai dalam setiap ajaran yang dibawa oleh Al-Qur’an.
“Salamun hiya hatta matla’il fajr. Damai sampai terbit fajar. Fajar yang dimaksud bukan hanya sekadar fajar hari ini, tetapi juga mencerminkan harapan untuk kehidupan kita di masa mendatang,” ungkap Quraish Shihab dalam ceramahnya, yang dapat ditemukan di platform YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menekankan bahwa ayat tersebut menggambarkan bahwa pesan kedamaian yang termaktub dalam Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang bersifat sementara, melainkan berlaku sepanjang hayat manusia. Ini menunjukkan komitmen Al-Qur’an terhadap nilai-nilai perdamaian yang abadi.
Quraish Shihab juga menyatakan bahwa Islam sangat menghargai nilai-nilai perdamaian, bahkan di tengah situasi yang penuh konflik. Dalam pandangannya, Al-Qur’an seharusnya mendorong umat Islam untuk selalu memilih jalan damai jika ada kesempatan untuk itu.
Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an mengandung pesan-pesan untuk menerima ajakan damai dari pihak lain, meskipun ada kekhawatiran akan potensi penipuan. Prinsip ini menunjukkan bahwa Islam lebih mengutamakan pendekatan damai dibandingkan dengan permusuhan yang tidak perlu.
Lebih jauh, Quraish Shihab menjelaskan bahwa kedamaian tidak hanya terkait dengan hubungan antarnegara atau kelompok masyarakat. Menurutnya, kedamaian sejati harus dimulai dari dalam diri individu. Hanya dengan menemukan kedamaian dalam diri kita, kita dapat menyebarkannya ke masyarakat dan pada akhirnya ke seluruh dunia.
“Kedamaian bermula dari jiwa kita. Dari jiwa itu, kedamaian akan menyebar ke masyarakat dan akhirnya ke dunia,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Al-Qur’an memberikan banyak petunjuk yang mengarahkan manusia menuju kehidupan yang harmonis dan damai. Melalui kitab suci ini, Allah memberikan bimbingan yang jelas mengenai jalan-jalan kedamaian yang harus diikuti oleh umat manusia.
“Melalui Al-Qur’an, Allah memberikan petunjuk ke jalan-jalan kedamaian,” kata Quraish Shihab, menegaskan betapa pentingnya petunjuk tersebut bagi kehidupan umat Islam.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberagaman cara untuk mencapai kebaikan tidak seharusnya menyebabkan perpecahan di antara umat manusia. Quraish Shihab menekankan bahwa Al-Qur’an tidak melarang individu untuk memiliki kelompok atau pandangan yang berbeda, melainkan mendorong pemeluknya untuk saling menghargai dan berdialog dengan penuh rasa toleransi.
➡️ Baca Juga: Polda Metro Berkomitmen Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras yang Diperhatikan Presiden dan Kapolri
➡️ Baca Juga: Penjualan Mobil di Indonesia Merosot, Honda Buka Suara



