depo 10k depo 10k
berita

Satgas PRR Laksanakan Rehabilitasi Tambak dan Keramba Pasca Bencana di Sumatera untuk Pemulihan Ekonomi

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana di Sumatera terus berupaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama mereka adalah rehabilitasi tambak dan keramba yang terkena dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total luas lahan tambak yang terpengaruh mencapai 31.248,94 hektare di ketiga provinsi tersebut. Provinsi Aceh merupakan wilayah yang paling parah terdampak, dengan luas lahan mencapai 30.417,17 hektare. Sementara itu, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing mengalami kerugian sebesar 575,27 hektare dan 255,90 hektare.

Tidak hanya tambak, sebanyak 2.053 unit keramba juga mengalami dampak yang sama, dengan jumlah terbanyak berada di Aceh sebanyak 1.953 unit. Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing memiliki 60 dan 40 unit keramba yang terdampak.

Dampak signifikan ini menjadikan sektor perikanan budidaya sebagai prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana. Sektor ini memiliki peranan penting sebagai penggerak ekonomi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa revitalisasi tambak telah dimasukkan ke dalam agenda prioritas pemulihan.

“Terdapat tambak yang terkena dampak, khususnya untuk komoditas udang dan bandeng, terutama di pesisir Aceh. Saat ini, data sedang dikumpulkan oleh Menteri KKP, dan setelah Lebaran, akan dilakukan peninjauan langsung untuk mempercepat penanganan,” jelas Tito di Jakarta.

Ia menekankan bahwa pemulihan sektor pertambakan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik lahan, tetapi juga pada pemulihan aktivitas produksi dan rantai ekonomi masyarakat agar dapat segera berfungsi kembali.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi tambak budidaya yang terdampak bencana. Langkah rehabilitasi akan segera diambil untuk tambak dan keramba yang mencakup berbagai komoditas seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, dan patin.

“Revitalisasi tambak menjadi agenda utama agar produksi perikanan budidaya dapat pulih dengan cepat, dan masyarakat dapat melanjutkan usaha mereka,” ungkap Trenggono.

Dalam proses percepatan rehabilitasi ini, pemerintah juga memanfaatkan pendataan berbasis by name by address (BNBA) dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, sebagian besar kabupaten dan kota telah mengirimkan data, meskipun masih ada beberapa daerah yang perlu mempercepat pelaporan agar proses revitalisasi dapat dilakukan secara optimal.

➡️ Baca Juga: Optimalkan Kesehatan dan Regulasi Berat Badan dengan Puasa Daud: Sebuah Pendekatan Praktis

➡️ Baca Juga: Menjaga Kesehatan Jantung Melalui Kebiasaan Sehat yang Mudah Diterapkan

Related Articles

Back to top button