BMKG Mengonfirmasi Gempa di Sulut Termasuk dalam Kategori Megathrust

BMKG telah mengonfirmasi bahwa gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut) termasuk dalam kategori gempa megathrust, yang merupakan tipe gempa bumi dengan intensitas yang sangat tinggi.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berdampak pada tiga provinsi, yaitu di wilayah Utara Sulawesi dan Maluku, yang semuanya merasakan getaran yang kuat dari gempa tersebut.
Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami, Rahmat Riyono, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa kedalaman gempa ini terbilang dangkal, yakni sekitar 30 kilometer. Ia menegaskan bahwa gempa megathrust biasanya memiliki kedalaman di bawah 30 kilometer, sehingga kejadian ini dapat diklasifikasikan sebagai gempa dangkal dan terjadi di kawasan laut.
Gempa yang terjadi di area tersebut merupakan hasil dari subduksi laut dengan mekanisme sesar naik. Rahmat juga menekankan bahwa gempa dengan karakteristik sesar naik ini memiliki potensi yang sangat tinggi untuk menyebabkan tsunami.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pergerakan dari subduksi laut Maluku yang bergerak ke wilayah Sulawesi Utara menghasilkan gempa ini. Dengan karakteristik dangkal dan sesar naik, BMKG mengeluarkan peringatan terkait risiko tsunami yang lebih tinggi dibandingkan dengan gempa yang terjadi dengan mekanisme mendatar. Peringatan dini tsunami sudah disebarkan di beberapa lokasi yang berpotensi terdampak.
Gempa bumi magnitudo 7,6 tersebut terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pada hari Kamis pukul 06.48 WITA, yang memicu BMKG untuk mengeluarkan peringatan dini tsunami di kawasan Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Lokasi gempa ini berada pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur dengan kedalaman di laut mencapai 62 kilometer.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyatakan ada tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara yang berpotensi siaga tsunami.
Ia merinci bahwa daerah yang berada di Provinsi Maluku Utara yang berisiko tinggi terhadap tsunami mencakup Ternate, Halmahera, dan Tidore.
Sementara itu, untuk Provinsi Sulawesi Utara, daerah yang harus waspada meliputi Kota Bitung, Kabupaten Minahasa bagian selatan, Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara, dan Kabupaten Minahasa Utara bagian selatan.
Daerah lain yang juga perlu diperhatikan terkait potensi tsunami adalah Kepulauan Sangihe, bagian utara Kabupaten Minahasa Utara, serta bagian selatan Kabupaten Bolaang Mongondow.
➡️ Baca Juga: Perkembangan Terbaru dalam Penanganan Kasus Terorisme
➡️ Baca Juga: Workout Sederhana di Rumah untuk Menjaga Kebugaran Tubuh Setiap Hari




