7 Pemain Naturalisasi Malaysia Tidak Akan Lagi Memperkuat Timnas di Kompetisi Mendatang

Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Windsor Paul John, mengungkapkan bahwa tujuh pemain naturalisasi mungkin tidak akan dapat memperkuat Tim Nasional Malaysia di kompetisi yang akan datang setelah keputusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Sebelumnya, CAS telah menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama 12 bulan kepada tujuh pemain tersebut. Mereka terdiri dari Facundo Garces, Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueiredo, Manuel Hidalgo, dan Imanol Machuca.
Meskipun masa hukuman mereka akan segera berakhir, Windsor menekankan bahwa peluang bagi pemain-pemain ini untuk kembali mengenakan jersey Harimau Malaya sangat kecil.
“Saat ini, setelah periode skorsing yang ditetapkan selama 12 bulan, kemungkinan besar ketujuh pemain tersebut tidak akan bisa bermain lagi bersama skuad Harimau Malaya sesuai dengan keputusan CAS,” jelas Windsor.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan CAS yang menolak banding dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akan dijadikan acuan oleh Komite Disiplin dan Etika AFC dalam menentukan kemungkinan sanksi tambahan, baik untuk federasi maupun para pemain yang terlibat.
Di sisi lain, pengacara olahraga dan komersial, Nik Erman Nik Roseli, menjelaskan bahwa hukuman ini dijatuhkan karena dokumen yang digunakan untuk memenuhi syarat membela Malaysia dianggap tidak valid.
Menurut Nik Erman, meskipun CAS hanya memberikan skorsing 12 bulan dari pertandingan resmi, status para pemain tersebut tetap tidak memenuhi syarat untuk mewakili Malaysia.
“Para pemain ini tidak memenuhi syarat untuk mewakili Malaysia meskipun telah menjalani skorsing selama 12 bulan. Mereka tidak memiliki ikatan darah dengan Malaysia,” ungkap Nik Erman.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya peluang bagi para pemain ini untuk kembali membela negara adalah melalui proses naturalisasi yang penuh, yang mengharuskan mereka tinggal di Malaysia selama minimal lima tahun.
➡️ Baca Juga: Organisasi Mahasiswa Adakan Konferensi Nasional di Bandung
➡️ Baca Juga: 30 Persen Korban Serangan AS-Israel di Iran Adalah Anak-Anak, Data Menunjukkan



