Hamas Mendukung Iran dalam Aksi Melawan Israel dan Menyoroti Isu Genosida

Juru bicara militer Hamas, Abu Ubaidah, baru-baru ini menyatakan dukungannya terhadap serangan yang dilakukan Iran terhadap Israel. Dalam pernyataannya, ia juga menuduh para mediator gencatan senjata berusaha menekan perlawanan Palestina, sekaligus berpura-pura tidak melihat pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.
Dalam sebuah pesan video yang dirilis pada tanggal 5 April, Abu Ubaidah menggambarkan konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sebagai kelanjutan dari perang yang telah dilancarkan terhadap Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa ia melihat hubungan yang erat antara ketiga pihak dalam konteks konflik yang lebih luas.
“Keberadaan kejahatan yang dilakukan oleh agresi Zionis dan Amerika terhadap saudara-saudara kami di Republik Islam mengingatkan dunia akan tragedi genosida yang tengah terjadi di Gaza,” ujar Abu Ubaidah, sebagaimana dilaporkan oleh Middle East Eye pada tanggal 6 April 2026.
Abu Ubaidah juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu. Pernyataan ini menunjukkan solidaritas Hamas terhadap kepemimpinan Iran, yang dianggap penting dalam konteks perjuangan bersama.
“Kami berduka atas semua syuhada yang mulia dari Republik Iran dan para pemimpin besar kami, khususnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Sayyid Ali Khamenei,” tambahnya, menegaskan betapa berartinya sosok Khamenei dalam pandangan Hamas.
Di sisi lain, Abu Ubaidah memberikan penghormatan kepada serangan yang dilakukan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di wilayah Israel. Ia menyatakan bahwa Brigade Al-Qassam mengikuti perkembangan tersebut dengan penuh kebanggaan dan kekaguman, menganggap bahwa kampanye militer Iran adalah kelanjutan langsung dari operasi Al-Aqsa Flood yang diluncurkan Hamas dari Gaza pada 7 Oktober.
Ia juga menyoroti pesan solidaritas dari Iran kepada rakyat Palestina, yang disampaikan melalui juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya. Dalam pesan tersebut, Iran mendedikasikan sebagian dari operasi mereka untuk menghormati para pemimpin Palestina yang telah gugur, termasuk Sheikh Ahmed Yassin dan Yahya Sinwar, menekankan pentingnya solidaritas dalam perjuangan mereka.
Brigade Izz al-Din al-Qassam, sebagai sayap militer Hamas, memperkenalkan juru bicara barunya, Abu Ubaidah, pada bulan Desember lalu. Hal ini sekaligus mengonfirmasi kabar mengenai wafatnya pendahulunya akibat serangan Israel di Kota Gaza pada bulan Agustus tahun lalu, yang menunjukkan bagaimana dinamika kepemimpinan di dalam organisasi tersebut terus berlangsung meskipun dalam kondisi yang sulit.
Dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan di sejumlah media Arab, juru bicara baru tersebut mengungkapkan bahwa pendahulunya, yang dikenal dengan nama Abu Ubaidah, sebenarnya adalah Huthaifa Samir al-Kahlout. Meskipun identitas juru bicara baru ini belum sepenuhnya diketahui, ia tetap menggunakan nama perang yang sama, menunjukkan kesinambungan dalam penyampaian pesan dari Hamas.
➡️ Baca Juga: Stok Kawasaki KLE500 Menipis, Puncak Jadwal Mudik 2026, dan Lonjakan Penjualan Mobil
➡️ Baca Juga: Kunjungan Menteri Sosial ke Panti Asuhan: Upaya Pemberdayaan




