Putra Netanyahu Dievakuasi dari AS karena Ancaman Target Pembunuhan Iran

Putra sulung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, baru-baru ini dievakuasi kembali ke Israel. Sebelumnya, Yair diketahui tinggal di Florida, Amerika Serikat. Tindakan evakuasi ini dilakukan setelah munculnya ancaman serius terhadap keselamatannya, yang diungkapkan oleh badan intelijen dalam negeri Israel.
Shin Bet, badan intelijen Israel, mengonfirmasi bahwa ada ancaman signifikan yang dapat membahayakan Yair Netanyahu. Dalam pernyataan resminya pada malam 29 Agustus 2026, mereka mengungkapkan bahwa setelah melakukan evaluasi, keputusan untuk segera mengevakuasi Yair beserta tim pengamanannya diambil demi keselamatan.
Meskipun Shin Bet memberikan informasi tentang adanya ancaman, mereka tidak merinci dari mana ancaman tersebut berasal, menimbulkan spekulasi mengenai latar belakang situasi ini.
Sebelumnya, sebuah stasiun televisi di Amerika Serikat, Newsmax, melaporkan bahwa Yair Netanyahu diduga menjadi target rencana pembunuhan oleh Iran yang diketahui terjadi pada bulan Desember lalu saat ia tinggal di Florida. Laporan ini menimbulkan keprihatinan mengenai keamanan putra perdana menteri tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, intelijen Israel telah memberikan peringatan kepada pihak berwenang Amerika Serikat setelah mengetahui adanya rencana tersebut. Data ini diambil dari seorang pejabat penegak hukum di AS, menegaskan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi oleh Yair.
Kekhawatiran tentang ancaman terhadap Yair Netanyahu semakin meningkat setelah Benjamin Netanyahu, ayahnya, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 bahwa Iran berusaha untuk membunuh salah satu putranya. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh keluarga Netanyahu.
“Iran berusaha untuk menghabisi salah satu putra saya,” ungkap Benjamin Netanyahu, menekankan urgensi dari ancaman yang ada.
Setelah menerima informasi tersebut, Yair Netanyahu yang selalu didampingi oleh tim keamanan Israel, diperintahkan untuk segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat. Ia kembali ke Israel tanpa membawa barang-barang pribadinya, menunjukkan betapa mendesaknya situasi tersebut.
Yair, yang telah menetap di Florida selama beberapa tahun, seringkali menjadi sorotan publik di Israel karena gaya hidupnya yang dianggap mewah dan pengamanan yang dibiayai oleh negara. Keberadaannya di luar negeri saat situasi keamanan di Israel memburuk, khususnya setelah serangan yang dipimpin oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, juga menuai kritik dari masyarakat setempat.
Banyak warga Israel mempertanyakan keputusan Yair untuk tetap tinggal di Amerika Serikat, terutama ketika ratusan ribu tentara cadangan Israel dipanggil untuk bertugas. Kritik ini mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap apa yang dianggap sebagai standar ganda dalam penanganan keamanan keluarga Netanyahu.
Yair Netanyahu dikenal sebagai seorang aktivis sayap kanan dan podcaster yang aktif di media sosial. Ia sering memberikan komentar mengenai politik Israel dan tidak jarang menyerang lawan politik ayahnya serta para pengkritik pemerintah dan jurnalis, menambah kompleksitas citranya di mata publik.
Dengan situasi yang semakin tegang, ancaman target pembunuhan Iran terhadap Yair Netanyahu menjadi sorotan yang tidak dapat diabaikan. Keputusan evakuasi ini tidak hanya menunjukkan tindakan preventif yang diambil oleh pihak berwenang, tetapi juga mencerminkan ketegangan yang ada antara Israel dan Iran, serta dampaknya terhadap keluarga pemimpin negara.
➡️ Baca Juga: Sandara Park Klarifikasi Isu Narkoba dan Ungkap Kekhawatiran Kesehatan Park Bom
➡️ Baca Juga: Kapten Saint Kitts dan Nevis Bersiap Hadapi Dukungan Suporter Timnas Indonesia di SUGBK 2026




