Bandara Syamsudin Noor Memfasilitasi Kolam Sebagai Sumber Air Penanganan Karhutla

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) yang mengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah memberikan izin untuk pemanfaatan kolam yang berada di dalam lingkungan bandara sebagai sumber air. Air dari kolam ini dapat digunakan oleh petugas dan relawan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengungkapkan bahwa kolam tersebut dapat diakses oleh mereka yang membutuhkan air untuk pemadaman kebakaran di area sekitar bandara. “Silakan ambil air dari kolam jika diperlukan untuk pemadaman di ring 1 bandara ini,” ujarnya pada hari Minggu.
Stephanus menjelaskan bahwa bandara memiliki dua kolam penampung air yang terletak di sisi barat dan timur. Kolam-kolam buatan ini berfungsi utama untuk menampung air dari limpasan hujan yang kemudian akan dialirkan melalui saluran drainase kota.
Dalam kondisi musim kemarau yang panjang saat ini, air di kolam bagian timur mengalami penurunan, sementara kolam di sisi barat masih memiliki cukup pasokan air. “Kolam di bagian barat ini memang disiapkan untuk kebutuhan darurat,” tambahnya menjelaskan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap petugas dan relawan yang bekerja keras memadamkan api di sekitar kawasan Guntung Damar dan Tegal Arum, manajemen bandara memberikan bantuan logistik. Ini merupakan langkah konkret untuk mendukung upaya pengendalian karhutla yang semakin mendesak.
Posko Tegal Arum yang ditempatkan di lokasi tersebut, dengan adanya petugas gabungan yang dibantu oleh relawan, dinilai oleh manajemen bandara sangat berperan penting dalam memadamkan api yang melanda lahan tersebut. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mengurangi dampak kebakaran yang merugikan.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di ring 1 bandara telah menyebabkan kabut asap yang cukup signifikan, sehingga berdampak pada aktivitas penerbangan. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pihak terkait untuk segera menangani masalah kebakaran dan mencegah dampak lebih lanjut terhadap operasional bandara.
➡️ Baca Juga: Sim Keliling 29 Maret 2026: Layanan Terbatas Tanpa Dispensasi untuk Masyarakat
➡️ Baca Juga: KSAD Lapor Prabowo Terkait Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah di Indonesia




