Dukung JK Laporkan Rismon, Roy Suryo Tegaskan AI Diciptakan oleh Manusia, Bukan Tuyul!

Jakarta – Pakar telematika Roy Suryo memberikan tanggapannya mengenai tindakan Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), yang melaporkan ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar kepada Bareskrim Polri.
Menurut Roy, langkah JK tersebut adalah langkah yang tepat untuk menyelesaikan kontroversi mengenai video yang dianggap merugikan reputasi JK. Ia berpendapat bahwa perdebatan mengenai apakah video tersebut dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) atau bukan tidak dapat ditentukan secara sepihak. Penilaian yang objektif harus dilakukan oleh pihak penyidik.
“Tidak semestinya kita menyimpulkan apakah itu AI atau bukan, karena terlepas dari itu, tindakan yang diambil oleh Pak JK adalah benar. Langkah laporan tersebut sudah tepat. Yang jelas, pernyataan sudah ada,” ucapnya pada Kamis, 9 April 2026.
Roy, yang juga tengah menghadapi kasus terkait tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menekankan pentingnya menyelidiki asal-usul video tersebut secara mendalam.
“AI pasti ada yang menciptakannya. Tidak mungkin itu muncul begitu saja tanpa ada manusia di baliknya,” imbuhnya.
Ia juga menolak keras tuduhan bahwa ada aliran dana dalam isu yang sedang berkembang ini.
“Uang sebesar Rp 50 M atau Rp 5 M, kami tidak pernah menerima itu sedikit pun. Silakan tanyakan langsung kepada pihak yang mengeluarkan pernyataan tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, JK secara langsung mendatangi Gedung Bareskrim Polri di Jakarta untuk melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks.
Berdasarkan pengamatan, JK tiba di Gedung Bareskrim pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB. Ia yang mengenakan kemeja biru muda tersebut terlihat didampingi oleh kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai kedatangannya, JK menjawab singkat, “Mau melapor,” sebelum memasuki Gedung Bareskrim.
Sementara itu, kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut ditujukan kepada ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar.
“Iya, Rismon,” ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, Rismon Sianipar sebelumnya telah membantah bahwa dirinya pernah menyebut Jusuf Kalla sebagai bohir atau pendana dalam kasus tuduhan ijazah palsu yang melibatkan Presiden Joko Widodo.
➡️ Baca Juga: Perbandingan Harga Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport Maret 2026 yang Akurat
➡️ Baca Juga: Festival Film Dokumenter di Bandung, Menggali Isu Sosial




