IRGC Peringatkan Trump: AS Berisiko Kehilangan Akses Minyak dan Gas Jangka Panjang

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memberikan peringatan kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan sebelum batas waktu yang ditetapkan pada Selasa, 7 April 2026, waktu setempat. Dalam pernyataan yang disebarkan melalui akun media sosialnya, Truth, Trump menegaskan bahwa peradaban Iran akan mengalami kehancuran pada malam tersebut.
Dalam cuitan di Truth Social, Trump menyatakan meskipun ia berharap peristiwa buruk tidak terjadi, kemungkinan besar hal itu akan terwujud.
“Sebuah peradaban yang utuh akan hancur pada malam ini dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi tampaknya itu akan menjadi kenyataan,” tulisnya, seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeerah pada Rabu, 8 April 2026.
Ia juga berkomentar bahwa malam itu akan menjadi salah satu titik paling krusial dalam sejarah dunia, karena 47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian akan berakhir.
Respons dari Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap pernyataan Trump pun datang. IRGC mengingatkan bahwa mereka siap untuk memberikan balasan di luar kawasan, yang dapat mengakibatkan Amerika Serikat dan sekutunya kehilangan akses minyak dan gas dalam jangka panjang jika AS melanggar batas yang ditetapkan dan menyerang fasilitas sipil.
Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur Iran adalah tindakan yang sah dalam pandangannya. Ia bahkan menyebut pejabat dan warga Iran dengan istilah merendahkan saat menjawab pertanyaan mengenai apakah serangan tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
“Karena mereka adalah binatang,” jawab Trump ketika ditanya tentang klasifikasi serangan terhadap infrastruktur Iran, sebagaimana dilansir oleh Middle East Monitor pada Rabu, 8 April 2026.
Ia juga menegaskan bahwa kejahatan perang yang nyata adalah membiarkan Iran memiliki akses terhadap senjata nuklir.
“Apakah Anda tahu apa yang disebut kejahatan perang? Kejahatan perang adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” tegasnya kepada para wartawan di Gedung Putih.
Trump juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap pemerintah Iran dan memberikan peringatan bahwa negara tersebut akan membayar harga yang sangat tinggi.
Lebih jauh, ia mengklaim bahwa rakyat Iran justru merasa “gelisah” apabila mereka tidak mendengar suara bom yang menggema.
Dalam laporan yang dirilis oleh Axios dan mengutip sumber dari dalam pemerintah AS, Trump digambarkan sebagai sosok yang paling agresif diantara para pemimpin pemerintahannya.
➡️ Baca Juga: Menlu Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Isu HAM Global
➡️ Baca Juga: Rekomendasi PC Desktop untuk Meningkatkan Kinerja Kantor yang Stabil dan Efisien




