Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
bola

STY dan John Herdman: Analisis Perbedaan Mentalitas Pemain Timnas Indonesia

Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani, baru-baru ini memberikan analisis yang menarik mengenai perbedaan pendekatan psikologis antara Shin Tae-yong dan John Herdman dalam mengelola Timnas Indonesia.

Menurut Hasani, peran seorang pelatih tidak hanya terbatas pada penyusunan strategi dan taktik. Salah satu aspek penting yang tak boleh diabaikan adalah bagaimana pelatih dapat membangun mental pemain, terutama dalam menghadapi tekanan dan situasi sulit yang seringkali terjadi dalam kompetisi.

Meskipun Shin Tae-yong kini bukan lagi pelatih Timnas Indonesia, pengaruhnya selama bertugas di Tanah Air masih menjadi topik perbincangan yang hangat.

Pelatih asal Korea Selatan ini dianggap telah membawa perubahan signifikan, tidak hanya dalam hal prestasi dan peringkat FIFA, tetapi juga dalam memberikan peluang kepada banyak pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di level internasional.

Beberapa nama seperti Asnawi Mangkualam, Egy Maulana Vikri, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan Rizky Ridho memainkan peran penting selama era kepelatihan Shin Tae-yong.

STY juga berkontribusi dalam memperkenalkan sejumlah pemain keturunan yang kini menjadi bagian integral dari skuad Garuda, termasuk Justin Hubner, Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, dan Kevin Diks.

Pendekatannya bahkan dikatakan memberi dampak yang positif hingga ke tim kelompok umur. Nova Arianto, misalnya, mengungkapkan bahwa ia belajar banyak dari Shin Tae-yong saat mempersiapkan Timnas Indonesia U-17 untuk menghadapi Korea Selatan.

Mentalitas Timnas Indonesia kini menjadi sorotan, terutama setelah kegagalan mereka di Piala AFF 2026.

Hasani mengamati bahwa mental pemain Timnas Indonesia terlihat kurang kuat usai kekalahan di turnamen tersebut.

Salah satu pertandingan yang mencuri perhatian adalah saat skuad Garuda mengalami kekalahan 0-3 dari Vietnam di fase grup.

Hasani berpendapat bahwa terdapat perbedaan mencolok dalam respons pemain saat berada dalam posisi tertinggal dibandingkan dengan era Shin Tae-yong.

“Saya tidak melihat ada semangat juang yang sama ketika ketinggalan, seperti yang ditunjukkan di era STY,” ujarnya, merujuk pada tren fightback tim di masa lalu, dalam sebuah diskusi di YouTube.

Menurutnya, masalah ini tidak hanya terlihat saat melawan Vietnam. Dalam pertandingan melawan Singapura, Indonesia sempat unggul 1-0 sebelum akhirnya ditahan imbang 1-1.

Setelah kehilangan keunggulan tersebut, Timnas Indonesia tampaknya kesulitan untuk bangkit kembali.

“Khususnya dalam laga melawan Vietnam, mental tim terlihat sangat drop,” kata Hasani.

Pernyataan ini menimbulkan diskusi lebih lanjut mengenai bagaimana karakter dan pendekatan pelatih dapat mempengaruhi mental pemain.

Hasani kemudian membandingkan karakteristik Shin Tae-yong dengan John Herdman, pelatih yang kini bertanggung jawab terhadap Timnas Indonesia.

➡️ Baca Juga: Proyeksi Masa Depan Bitcoin pada Bulan September 2026: Apa yang Perlu Diketahui?

➡️ Baca Juga: Manajemen Keuangan yang Bijak untuk Mengurangi Konflik Rumah Tangga Terkait Masalah Uang

Related Articles

Back to top button