Pandji Pragiwaksono Menjawab Isu Penulis Materi ‘Mens Rea’, Polisi Ungkap Fakta Pemeriksaan

Kasus dugaan penistaan agama yang mengaitkan komika Pandji Pragiwaksono dengan materi stand up comedy berjudul Mens Rea terus bergulir. Isu ini menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Dalam rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, penyidik menemukan bahwa tidak semua pertanyaan yang diajukan dapat dijawab oleh Pandji. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, yang menyatakan bahwa beberapa pertanyaan tidak mendapatkan jawaban dari Pandji saat ia diperiksa sebagai terlapor pada Jumat, 6 Februari 2026.
“Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan, dan tidak semuanya dijawab oleh Pandji,” ungkap Budi, seperti yang dilaporkan pada Jumat, 13 Maret 2026.
Namun, ia menekankan bahwa sikap Pandji untuk tidak menjawab beberapa pertanyaan merupakan haknya sebagai terlapor dalam proses hukum yang sedang berlangsung. Menurut Budi, tindakan ini akan tetap dicatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa salah satu pertanyaan yang tidak dijawab oleh Pandji berkaitan dengan identitas penulis materi stand up comedy Mens Rea.
“Iya, benar (pertanyaan mengenai siapa penulis Mens Rea tidak dijawab),” tambahnya.
Sebelumnya, publik mulai memperhatikan pertunjukan stand up comedy Mens Rea, yang pada akhirnya membawa Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi.
Pada tanggal 6 Februari 2026, Pandji memenuhi panggilan penyidik untuk menjelaskan mengenai pertunjukan yang telah memicu polemik setelah tayang di platform Netflix.
Ketika tiba di Polda Metro Jaya, Pandji tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh pegiat hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar. Keduanya terlihat tenang saat berhadapan dengan awak media sebelum memasuki gedung untuk menjalani proses klarifikasi.
Haris Azhar menjelaskan bahwa kehadiran Pandji adalah wujud itikad baik untuk menjelaskan duduk perkara terkait pertunjukan Mens Rea, yang telah dilaporkan oleh sejumlah pihak. Tercatat, ada lima laporan polisi yang menjadi dasar pemanggilan Pandji sebagai saksi terlapor.
Menurut Haris, proses klarifikasi ini diharapkan menjadi wadah dialog antara Pandji dan penyidik, sehingga semua pihak dapat saling memahami substansi dari laporan yang ada. Dalam kesempatan ini, Pandji ingin mendengar langsung isu-isu yang menjadi perhatian kepolisian sekaligus menjelaskan konteks pertunjukan yang dipermasalahkan.
“Jadi, ini adalah momen saling pengertian. Kami akan berdialog terlebih dahulu dengan polisi untuk mendiskusikan masalah apa yang menjadi perhatian mereka. Pandji sudah hadir, dan semoga ia bisa berbagi cerita untuk membantu polisi dalam mengembangkan atau mengklarifikasi kasus ini,” jelas Haris.
➡️ Baca Juga: Memahami Proses Perkembangan Kognitif
➡️ Baca Juga: Klaim Trump Tentang Iran yang “Menyerah” Memicu Pertanyaan dan Kontroversi




