Kondisi Fanny Fadillah ‘Bajaj Bajuri’: Tantangan Ekonomi dan Upaya Mengatasi Kesulitan Finansial

Aktor senior Fanny Fadillah, yang terkenal berkat perannya sebagai Ucup dalam sinetron ikonik Bajaj Bajuri, kini sedang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.
Setelah lama tidak terlihat di layar kaca, pria berusia 59 tahun ini mengungkapkan bahwa ia mengalami penurunan signifikan dalam jumlah pekerjaan yang berdampak pada kondisi keuangannya. Mari kita simak lebih lanjut!
Fanny Fadillah menceritakan bahwa pandemi COVID-19 menjadi titik balik yang dramatis dalam perjalanan kariernya.
“Saya masih aktif syuting pada tahun 2019. Saat itu, pekerjaan masih cukup baik, dan saya masih memiliki kendaraan. Namun, ketika tahun 2020 datang, akibat COVID, semua aktivitas syuting terhenti total. Sekitar enam bulan kemudian, saya kembali syuting, tetapi dengan banyak pembatasan,” ungkap Fanny Fadillah dalam sebuah video yang diunggah oleh Melaney Ricardo.
“Tetapi, kemudian kami menghadapi gelombang kedua COVID, yang menyebabkan semua kembali terhenti hingga sekitar tiga sampai empat tahun. Selama periode itu, saya tidak terlibat dalam sinetron. Untungnya, tahun lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam 30 episode series. Selebihnya, saya hanya terlibat dalam talk show dan beberapa cameo di film,” tambahnya.
Tidak hanya masalah pekerjaan yang dihadapinya, kondisi mental Fanny Fadillah juga terpengaruh oleh berbagai persoalan pribadi yang terus berdatangan. Ia mengungkapkan bahwa ia harus berpisah dari istrinya, Elvita Novira, pada bulan Juni 2021, dan kehilangan ibunya beberapa bulan setelahnya.
“Di tahun 2021, situasi semakin memburuk. Saya berpisah dengan istri pada bulan Juni, dan kemudian pada bulan Oktober, saya kehilangan ibu. Dalam waktu yang singkat, saya mengalami dua kehilangan besar yang sangat berat,” jelasnya.
“Saya adalah orang yang biasanya mudah tidur, namun saat itu saya kesulitan dan hanya bisa tidur larut malam, bahkan hingga jam tiga. Berat badan saya turun drastis, hampir 10 kilogram. Bukan karena saya tidak makan, melainkan karena pikiran yang terus mengganggu,” kata Fanny dengan nada yang penuh kesedihan.
Sebagai seorang ayah dari dua anak, Fanny Fadillah mengakui bahwa ia merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, anak bungsunya harus menunggak biaya sekolah selama lebih dari satu tahun. Meskipun demikian, ia tetap menerima berbagai pekerjaan, termasuk sebagai MC, tanpa mempermasalahkan besaran honor yang ditawarkan.
Kondisi keuangan yang sangat terpuruk telah mengubah kehidupan Fanny Fadillah secara drastis. Dulu, pada masa kejayaannya di Bajaj Bajuri, ia memiliki rumah dan dua mobil. Namun kini, ia hanya mengandalkan sepeda motor pinjaman dari kerabat. Beberapa barang elektronik di rumahnya terpaksa dijual demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
➡️ Baca Juga: Go Ahead Eagles Tanggapi Protes NAC Breda Mengenai Status WNI Dean James
➡️ Baca Juga: Mengenal Pendidikan STEM di Era Revolusi Industri 4.0




