Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
berita

Temuan Tim Forensik Setelah Bongkar Makam: Jempol Kaki Kiri Sutrimo Diduga Hilang Karumga Febrie

Tim forensik telah menemukan keanehan signifikan pada jasad Sutrimo yang diekshumasi di Banyumas, Jawa Tengah, yakni hilangnya jempol kaki kiri. Temuan ini menambah kompleksitas kasus yang sedang diselidiki.

Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI), Brigadir Jenderal Polisi Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan, “Ciri khas yang kami temukan adalah tidak adanya jempol pada kaki kiri jenazah.”

Mengacu pada ciri-ciri yang telah dikumpulkan, Sumy menegaskan bahwa jasad yang diekshumasi tersebut adalah Sutrimo. Kepastian ini semakin kuat setelah tim forensik mencocokkan berbagai ciri fisik jenazah dengan informasi yang diberikan oleh keluarga.

Selain hilangnya jempol kaki kiri, tim juga melakukan verifikasi terhadap bekas luka pada bahu kanan, yang sebelumnya diketahui oleh keluarga sebagai bekas dari operasi kecil. Hal ini menambah kejelasan tentang identitas jenazah yang diperiksa.

“Luka yang ada di bahu kanan itu sebelumnya sudah diinformasikan oleh keluarga sebagai bekas operasi kecil yang pernah dilakukan,” jelasnya lebih lanjut.

Meski jasad Sutrimo telah diekshumasi dan menjalani pemeriksaan oleh tim forensik, misteri di balik kematiannya masih belum terpecahkan. Hasil awal dari pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada luka yang mencolok, yang dapat mengindikasikan adanya tindakan kekerasan.

Tim forensik menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat benda tumpul atau tajam pada tubuh Sutrimo. Namun, temuan ini belum memberikan kejelasan tentang bagaimana pria berusia 42 tahun tersebut meninggal dunia.

Ketua Tim Forensik, Ahmad Yudianto, mengungkapkan bahwa pemeriksaan lebih mendalam masih diperlukan untuk menentukan penyebab kematian secara ilmiah.

“Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, kami tidak menemukan tanda-tanda luka yang mengindikasikan kekerasan tumpul ataupun tajam. Oleh karena itu, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengambil sampel yang diperlukan guna mencari tahu penyebab pasti kematian,” ungkap Yudi kepada wartawan.

Perlu dicatat, Sutrimo yang kematiannya kini sedang dalam proses penyelidikan mendapatkan klarifikasi dari pihak mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Diketahui bahwa Sutrimo bukanlah Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie, melainkan seorang yang dipekerjakan untuk merawat dan menjaga bangunan Klinik Mordent.

Pengacara Febrie, Firman Wijaya, menyatakan bahwa informasi mengenai posisi Sutrimo sebelumnya perlu diluruskan. Menurutnya, Sutrimo lebih banyak tinggal dan bertugas menjaga bangunan Klinik Mordent yang kini dalam keadaan kosong.

➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Dominasi Babak Pertama Melawan Timor Leste dengan Gemilang

➡️ Baca Juga: Kaca Film yang Tepat untuk Mobil Canggih, Hindari Kesulitan dan Risiko Kerusakan

Related Articles

Back to top button