Trump Mengatakan Perang AS Melawan Iran Sedang Menuju Akhir yang Dekat

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam sebuah wawancara yang akan disiarkan pada Rabu, mengungkapkan bahwa konflik antara AS dan Iran hampir mencapai akhir.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjawab pertanyaan dari Maria Bartiromo, pembawa acara Fox Business, yang secara langsung menanyakan apakah perang tersebut telah berakhir.
“Saya percaya kita sudah sangat dekat dengan akhir, ya. Saya merasa ini sudah sangat mendekati titik akhir,” ujar Trump pada Rabu, 15 April 2026.
Dia menambahkan, “Jika saya memilih untuk menarik diri sekarang, mereka mungkin memerlukan waktu dua dekade untuk membangun kembali negara mereka, dan proses itu belum sepenuhnya selesai. Kita akan lihat bagaimana perkembangan ke depan. Saya rasa mereka sangat ingin mencapai kesepakatan.”
Sebelumnya, Bartiromo mengungkapkan dalam sebuah video di Instagram bahwa Trump beberapa kali merujuk kepada perang dengan Iran dalam konteks yang sudah berlalu selama wawancara mereka, mendorongnya untuk bertanya, “Apakah ini sudah berakhir?”
“Dia menjawab: Sudah selesai,” ungkap Bartiromo saat menceritakan kembali percakapan tersebut.
Perundingan untuk mengakhiri secara definitif konflik AS-Israel dengan Iran telah berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada akhir pekan lalu. Namun, hingga saat ini, kesepakatan yang diharapkan belum tercapai. Upaya untuk melanjutkan putaran pembicaraan berikutnya sedang berjalan.
Trump menunjukkan sikap optimis terkait kemungkinan dimulainya kembali dialog langsung antara AS dan Iran. Ia menyatakan pada Selasa bahwa negosiasi tersebut bisa dimulai kembali di Pakistan dalam waktu dua hari mendatang.
Pakistan sendiri telah berperan sebagai mediator dalam gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu, dimulai pada tanggal 8 April, dan hingga kini masih terus berjalan.
Sumber: Anadolu
➡️ Baca Juga: Polda Gorontalo Mediasi Kasus Pengeroyokan Anggota TNI oleh Oknum Brimob
➡️ Baca Juga: IHSG Naik 4,42 Persen di Penutupan Hari Ini, Gencatan Senjata AS-Iran Memicu Kenaikan Pasar RI




