103 Penumpang KM Virgo Transport 8 Dievakuasi, 1 Korban Jiwa Teridentifikasi

Proses penyelamatan terhadap penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa kini menunjukkan hasil yang positif. Sejumlah 103 individu telah berhasil dievakuasi oleh armada kapal yang terlibat dalam operasi pencarian yang intensif.
Namun, di tengah keberhasilan tersebut, terdapat kabar tragis yang menyertai. Dari jumlah keseluruhan yang ditemukan, satu orang dinyatakan telah meninggal dunia.
I Putu Sudayana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, menjelaskan rincian mengenai proses evakuasi yang dilakukan oleh beberapa kapal yang terlibat.
“TB Mahao 9 telah mengevakuasi 16 orang, di mana 15 di antaranya selamat, sementara satu orang adalah MC Delta,” ungkap Putu.
Di sisi lain, kapal TB TCP berhasil menyelamatkan 38 orang dalam keadaan selamat. Selain itu, MP Haida juga berkontribusi dengan mengevakuasi 49 orang lainnya.
“Dengan demikian, total yang telah terevakuasi mencapai 103 orang,” tambahnya.
Korban-korban yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke beberapa pelabuhan. Sebanyak 16 orang yang berada di kapal TB Mahao 9 akan diarahkan ke Pelabuhan Tuban, Jawa Timur.
Sementara itu, 38 orang hasil evakuasi dari TB TCP dan 49 orang dari MP Haida dibawa ke Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin.
Meskipun lebih dari seratus orang telah ditemukan, operasi pencarian masih terus berlanjut. Tim gabungan masih berupaya mencari penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang belum berhasil dievakuasi.
Berbagai armada dikerahkan untuk mendukung operasi ini, mulai dari KN SAR Laksmana, KRI Nala, KN Kunyit, TB Mahao 9, TB TCP, hingga MP Haida. Basarnas juga mengerahkan helikopter untuk mendukung pencarian dari udara.
Helikopter Basarnas yang sebelumnya berangkat dari Surabaya kini telah tiba di Bandara Syamsudin Noor. Pesawat ini akan melakukan pengisian bahan bakar sebelum digunakan kembali untuk mendukung pencarian melalui udara.
Kondisi laut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh tim SAR. Berdasarkan laporan yang diterima, tinggi gelombang laut mencapai sekitar 2 hingga 2,5 meter.
Putu menyatakan bahwa tim akan memprioritaskan penggunaan kapal berukuran lebih besar dalam upaya pencarian di tengah kondisi laut yang sulit ini.
“Kami akan mengutamakan kapal-kapal dengan ukuran lebih besar untuk mendukung proses pencarian di lapangan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan operasi SAR ini,” jelasnya.
➡️ Baca Juga: Klasemen Serie A: Napoli Dekati Inter Milan Sementara AC Milan Tertinggal Jauh
➡️ Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Internet Hanya dengan HP Android



