Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Polri Ungkap Kasus Penipuan Email yang Merugikan Perusahaan AS, Dua Tersangka Ditangkap

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan yang dikenal dengan istilah business email compromise (BEC), yang merupakan manipulasi melalui kompromi email bisnis.

Perusahaan yang menjadi sasaran dalam kasus penipuan email ini berasal dari Amerika Serikat.

Kombes Pol Deddy Supriadi, sebagai Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap berkat laporan dari FBI mengenai perusahaan IQ Power Tool, yang mengalami kerugian mencapai 350.325 US Dollar.

“Yang akan kami sampaikan adalah mengenai tindak pidana yang terjadi dengan modus operandi Business Email Compromise, yang merupakan penipuan atau manipulasi melalui kompromi email,” jelas Deddy dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kasus ini melibatkan Polri karena FBI melaporkan adanya dua individu yang terdeteksi berada di Indonesia. Penelusuran yang dilakukan oleh PPATK juga menemukan aliran dana mencurigakan yang berasal dari Indonesia.

Dalam proses penyidikan, pihak kepolisian berhasil menangkap LPK (56) yang merupakan warga negara Indonesia dan LJ (46) yang berasal dari Cina. Keduanya diduga bekerja sama berdasarkan instruksi seorang buronan berinisial CW yang berasal dari Cina untuk mendirikan perusahaan fiktif serta membuka rekening BCA untuk menampung hasil penipuan.

“Hasil interogasi menunjukkan bahwa tersangka berinisial LPK adalah individu yang diperintahkan oleh seseorang dengan inisial CW, yang saat ini masih kami lacak karena merupakan warga negara Cina,” ungkap Deddy.

“Tersangka LPK bertanggung jawab untuk membuat legalitas perusahaan menggunakan identitas anak kandungnya sendiri. Alamat yang digunakan untuk perusahaan tersebut adalah alamat fiktif dan nama perusahaan yang terdaftar adalah PT Aksesoris Andalan Bersama (AAB),” tambahnya.

Terkait dengan modus operandi yang digunakan dalam penipuan ini, Deddy menjelaskan bahwa otak dari kejahatan ini adalah CW, yang berhasil meretas email perusahaan IQ Power Tool yang berlokasi di Amerika, yang melakukan transaksi pembelian perangkat keras komputer dari perusahaan di Cina.

“CW telah membuat email yang menyerupai alamat email resmi perusahaan, di mana terdapat dua perusahaan yang melakukan perdagangan atau kerjasama penjualan perangkat keras komputer. Dalam hal ini, perusahaan penjual adalah Duro Machinery Corp yang berlokasi di Cina,” tuturnya.

➡️ Baca Juga: MK Memangkas Pasal Obstruction of Justice, Polri Berikan Tanggapan Resmi

➡️ Baca Juga: Awal Mula Terjadinya Chat Mesum Mahasiswa FH UI yang Dimulai dari Grup Kos-kosan

Related Articles

Back to top button