Ilustrasi Kemasan Ponsel X1 Neo Tidak Akurat, Ini Penjelasan Resmi dari Advan Indonesia

Advan Indonesia telah menyampaikan permohonan maaf terkait adanya potensi kebingungan di kalangan konsumen akibat ilustrasi yang terdapat pada kemasan belakang ponsel Advan X1 Neo. Desain yang ditampilkan menunjukkan lubang kamera kecil (punch-hole) yang tidak sesuai dengan tampilan unit yang sebenarnya dijual.
Dalam pernyataan resmi, Advan menjelaskan, “Ilustrasi kamera depan menampilkan desain punch-hole, yang merupakan lubang kecil di area layar. Namun, unit Advan X1 Neo yang sebenarnya menggunakan desain poni tetesan air (waterdrop notch), yaitu sebuah lekukan kecil di bagian atas layar untuk menampung kamera depan.” Pernyataan ini menegaskan ketidaksesuaian antara ilustrasi dan produk yang ada di pasaran.
Perbaikan pada ilustrasi desain kemasan Advan X1 Neo telah dilakukan dan akan diterapkan dalam proses produksi kotak kemasan di periode mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen Advan untuk memastikan transparansi dan kejelasan bagi konsumennya.
Perusahaan menyadari pentingnya ilustrasi kemasan sebagai salah satu acuan bagi pelanggan sebelum melakukan pembelian. Oleh karena itu, mereka meminta maaf atas kesalahan ini dan segala ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan akibatnya.
Melihat lebih dalam tentang Advan X1 Neo, ponsel ini menawarkan layar besar dengan ukuran 6,8 inci (17,27 cm) dan resolusi HD+. Ditenagai oleh prosesor MediaTek Helio G85 dan sistem operasi Android 16, ponsel ini juga dilengkapi dengan fitur NFC untuk memudahkan transaksi dan konektivitas.
Advan X1 Neo hadir dengan kapasitas RAM sebesar 4 GB dan penyimpanan internal mencapai 64 GB, yang dapat diperluas melalui slot microSD. Ponsel ini dipasarkan dengan harga Rp1,799 juta, menjadikannya pilihan menarik di segmen smartphone terjangkau.
Dengan komitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna, Advan berharap langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki ilustrasi kemasan ini dapat mengurangi kebingungan di kalangan konsumen dan memperkuat kepercayaan terhadap produk mereka.
➡️ Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Luncurkan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun
➡️ Baca Juga: Kondisi Fanny Fadillah ‘Bajaj Bajuri’: Tantangan Ekonomi dan Upaya Mengatasi Kesulitan Finansial



