Bos Gendut Gembong Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Sedot Lemak di Klinik Kecantikan

Jakarta – Pelarian MR, yang dikenal sebagai Bos Gendut dan merupakan gembong narkoba yang mengendalikan jaringan peredaran narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, akhirnya tertangkap di tempat yang tidak terduga.
MR ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) saat berada di sebuah klinik kecantikan yang terletak di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Pada saat penangkapan, ia sedang menjalani prosedur sedot lemak.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan, menginformasikan bahwa penangkapan berlangsung pada malam hari, tepatnya Rabu, 12 Agustus 2026.
“Kami berhasil menangkap MR di salon kecantikan yang berada di Mangga Besar,” ungkap Roy kepada wartawan, seperti yang dilaporkan pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Roy menjelaskan bahwa kehadiran MR di klinik tersebut bukanlah sekadar untuk bersembunyi, melainkan untuk menjalani perawatan tubuh yang sedang dilakukannya.
“Dia sedang menjalani prosedur sedot lemak di salah satu klinik,” lanjutnya.
MR telah menjadi buronan terkait kasus narkoba sejak 7 November 2025. Dalam kasus tersebut, BNN menyebutkan bahwa MR terlibat dalam kepemilikan sabu dalam jumlah yang sangat besar.
“Individu ini, yang berinisial MR, ditangkap atas kepemilikan sabu seberat 98 kilogram, serta ditemukan senjata api, sejumlah emas batangan, dan berbagai barang bukti lainnya yang tidak berkaitan dengan narkotika,” jelasnya.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa penggerebekan yang berkaitan dengan kasus narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berlangsung dalam suasana tegang pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.
Masyarakat sekitar memberikan perlawanan ketika BNN bersama Brimob berusaha melakukan penangkapan. Para petugas terlihat mengenakan perlengkapan lengkap, termasuk rompi antipeluru dan helm untuk melindungi diri.
Operasi ini merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan terkait dugaan peredaran narkoba. Ketegangan meningkat saat petugas berusaha mengamankan sejumlah orang di lokasi.
Ketika menghadapi perlawanan tersebut, petugas BNN terpaksa membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata. Mereka juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mengendalikan situasi yang semakin memanas.
Dalam operasi itu, BNN berhasil menemukan berbagai barang bukti, termasuk narkoba, uang tunai, senjata tajam, dan senjata api. Selain itu, sejumlah individu yang diduga terlibat sebagai bandar narkoba di kawasan tersebut juga berhasil diamankan.
Laporan: Adinda Ranta Safira/tvOnenews.com
➡️ Baca Juga: Polri Perlu Masukan Akademik untuk Merumuskan Kebijakan Keamanan yang Efektif
➡️ Baca Juga: Borneo FC Harus Kalahkan PSM untuk Mengejar Persib di Puncak Klasemen



