pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

74 WNI Terjebak di Mokha Yaman Pascaperebutan Houthi, Ini Tindakan Kemlu Indonesia

Sebanyak 74 warga negara Indonesia (WNI) saat ini masih berada di Kota Mokha, Yaman. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa mereka terus memantau keadaan para WNI tersebut di tengah situasi keamanan yang kian memburuk. Milisi Houthi baru-baru ini berhasil merebut kendali atas kota ini di tengah meningkatnya konflik di negara tersebut.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menjelaskan bahwa seluruh WNI yang masih berada di Mokha adalah pelajar. Ini menunjukkan bahwa mereka berada di sana dalam konteks pendidikan, yang membuat situasi ini semakin krusial.

“Dari total 77 WNI yang teridentifikasi, tiga di antaranya telah berhasil keluar. Saat ini, masih ada 74 WNI yang berada di lokasi,” tambah Nabyl dalam pernyataan di Jakarta.

Lebih lanjut, Nabyl menyatakan bahwa berdasarkan laporan dari perwakilan RI yang bertanggung jawab untuk Yaman, situasi di Mokha masih relatif terkendali. Namun, KBRI Muscat tetap berupaya untuk memantau kondisi para WNI dan telah mengambil langkah-langkah untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak oleh eskalasi situasi keamanan.

KBRI Muscat juga telah melaporkan kepada Kemlu Yaman mengenai keberadaan para pelajar Indonesia yang masih berada di kota tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa jika ada situasi darurat yang memerlukan tindakan, para WNI tersebut dapat segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Dalam menghadapi kondisi keamanan yang tidak menentu, perwakilan RI terus melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait di Yaman untuk menilai situasi keamanan. Mereka juga aktif menjaga komunikasi dengan para WNI di Mokha, guna memastikan keselamatan dan perkembangan terkini dari keadaan di sana.

Sebagai informasi, pada Jumat lalu, pasukan Houthi telah memperkuat kendali mereka di pesisir barat Yaman dan area-area strategis di sekitar Selat Bab al-Mandab setelah berhasil merebut Mokha sehari sebelumnya.

Mokha, yang terletak di Provinsi Taiz, Yaman barat, berada di sepanjang pantai Laut Merah, dekat dengan Selat Bab al-Mandeb. Jalur perairan ini sangat penting karena menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan berfungsi sebagai rute utama untuk pelayaran internasional.

Serangan yang terjadi tersebut adalah bagian dari eskalasi ketegangan yang tajam di Yaman dalam sepekan terakhir, di mana kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pasukan pemerintah yang berada di provinsi-provinsi timur, seperti Marib dan Hadramout.

➡️ Baca Juga: Ongkos Penerbangan Haji Naik Rp1,77 Triliun, Kemenag Butuh Persetujuan DPR

➡️ Baca Juga: Kanaya Whu: Penyanyi Sunda yang Meninggal dan Dimakamkan oleh Dedi Mulyadi

Related Articles

Back to top button