Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

Iran Tetap Menutup Selat Hormuz, Potensi Krisis Energi Semakin Mendekat

Konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi dan keuangan global. Lonjakan harga gas dan minyak yang tajam terjadi, sementara bursa saham di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia mengalami penurunan yang mencolok.

Mengutip dari BBC, pada Rabu, 5 Maret 2026, harga gas di Inggris mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, dengan rekor terbaru tercatat pada hari Selasa. Di sisi lain, harga minyak mentah acuan Brent juga mengalami lonjakan, menembus angka US$85 per barel, yang setara dengan Rp1.428.000 (dengan kurs Rp16.800), mencapai titik tertinggi sejak bulan Juli 2024.

Kenaikan harga tersebut terjadi setelah serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang kemudian memicu balasan dari Teheran. Sejak insiden tersebut, para pelaku pasar mulai mengevaluasi potensi dampak ekonomi dari konflik ini, terutama terkait inflasi global dan kebijakan suku bunga yang diambil oleh bank sentral.

Tekanan langsung dari situasi ini terasa di pasar saham global. Indeks FTSE 100 di London ditutup dengan penurunan sebesar 2,75 persen. Sementara itu, indeks utama di Jerman dan Prancis juga merosot, masing-masing sebesar 3,44 dan 3,46 persen. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 mengalami penurunan signifikan di awal perdagangan, sebelum akhirnya menutup hari dengan kerugian sebesar 0,9 persen.

Di Asia, kondisi serupa juga terjadi. Indeks Nikkei di Jepang mencatat penurunan sebesar 3,3 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong dan Shanghai Composite di China juga mengalami melemahnya performa. Indeks Kospi di Korea Selatan bahkan mencatat penurunan lebih dari 7 persen.

Kekhawatiran pasar saat ini mengingatkan kita pada dampak invasi Rusia ke Ukraina yang terjadi empat tahun lalu, yang juga memicu lonjakan harga energi dan dampak inflasi di berbagai negara.

Kantor Tanggung Jawab Anggaran Inggris telah mengeluarkan peringatan bahwa eskalasi konflik ini dapat mengganggu proyeksi fiskal negara. Dalam dokumen terbaru yang menyajikan pandangan fiskal, mereka menyebutkan bahwa ketegangan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi global.

Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Presiden AS di Gedung Putih, menyampaikan keprihatinan terkait dampak ekonomi dari konflik ini. Ia menekankan pentingnya segera mengakhiri perang tersebut, berharap situasi dapat kembali stabil secepatnya.

Harga gas acuan Inggris juga menunjukkan lonjakan yang mencolok, sempat menembus angka 165 pence per therm pada hari Selasa, sebelum akhirnya ditutup di level 138 pence per therm. Meskipun mengalami penurunan, angka tersebut masih menunjukkan kenaikan lebih dari 20 persen dibandingkan dengan harga pada hari Senin. Sejak dimulainya serangan udara akhir pekan lalu, harga gas di Inggris telah meningkat dua kali lipat.

➡️ Baca Juga: Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air untuk Mengatasi Dampak Godzilla El Nino

➡️ Baca Juga: Inovasi Sensor Kamera Periskop Terbaru untuk Zoom Jarak Jauh yang Lebih Optimal

Related Articles

Back to top button