FIFA Menolak! 4 Pemain Eropa Ini Mundur dari Timnas Indonesia, Termasuk Eks Ajax dan Juara Liga Europa

Harapan Timnas Indonesia untuk mendapatkan pemain keturunan berkualitas dari Eropa tidak selalu berjalan mulus, terutama karena regulasi yang ditetapkan oleh FIFA.
Setidaknya, ada empat nama yang sebelumnya diharapkan dapat memperkuat skuad Garuda, namun mereka harus menghadapi berbagai kendala terkait kelayakan dan administrasi sebelum bisa membela Merah Putih.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, baru-baru ini mengonfirmasi bahwa Dean Zandbergen tidak memenuhi syarat untuk bergabung dengan skuad Garuda melalui jalur keturunan.
Penyerang yang sebelumnya dianggap memiliki potensi untuk memperkuat lini depan ini ternyata memiliki hubungan darah dengan Indonesia hanya melalui buyutnya, bukan dari generasi kakek atau nenek seperti yang banyak diberitakan sebelumnya.
Kasus Zandbergen menambah daftar pemain berdarah Indonesia yang mengalami hambatan, sebelumnya terdapat nama Mauresmo Hinoke, Jairo Riedewald, dan Mitchel Bakker.
Walaupun demikian, keempat pemain ini memiliki permasalahan yang berbeda-beda, dan tidak semua kasus sudah mendapatkan keputusan penolakan resmi dari FIFA.
Sesuai dengan ketentuan FIFA yang diperjelas dalam dokumen peraturan pada September 2026, pemain yang ingin mendapatkan kewarganegaraan baru harus memenuhi syarat tertentu untuk membela tim nasional.
Jalur keturunan umumnya mensyaratkan bahwa orang tua atau kakek-nenek kandung harus lahir di negara yang bersangkutan, sementara jalur domisili memiliki ketentuan yang berbeda.
Berikut adalah empat pemain keturunan yang pernah menjadi bahan pembicaraan untuk naturalisasi Timnas Indonesia, tetapi menghadapi berbagai kendala dalam prosesnya.
Dean Zandbergen
Dean Zandbergen menjadi nama terbaru yang harus mengubur impian untuk memperkuat Timnas Indonesia melalui jalur keturunan setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Penyerang yang bermain untuk Dinamo Bucuresti itu ternyata memiliki darah Indonesia hanya dari buyutnya, bukan dari kakek atau nenek seperti yang sebelumnya banyak dibicarakan.
John Herdman mengakui bahwa timnya sempat mendekati pemain berusia 25 tahun tersebut sebelum menemukan masalah pada silsilah keluarganya.
Kondisi ini membuat Zandbergen tidak memenuhi syarat yang diperlukan untuk bergabung dengan skuad Garuda melalui jalur tersebut.
Mauresmo Hinoke
Nasib serupa juga dialami oleh Mauresmo Hinoke, yang sebelumnya menarik perhatian saat membela Timnas Indonesia U-20 di turnamen Maurice Revello 2024.
Pemain yang lahir di Belanda itu sempat diproyeksikan menjadi bagian dari generasi masa depan skuad Garuda.
Namun, rencana untuk menaturalisasi Hinoke melalui jalur keturunan terhambat setelah latar belakang keluarganya diperiksa lebih lanjut.
Manajer Timnas Indonesia U-20 saat itu, Ahmed Zaki Iskandar, mengungkapkan bahwa garis keturunan Indonesia sang pemain berasal dari generasi keempat.
Jairo Riedewald
Jairo Riedewald, pemain yang kini berkarir di Inggris, juga pernah masuk dalam radar naturalisasi Timnas Indonesia.
Bermain untuk klub Crystal Palace, Riedewald memiliki potensi besar untuk memperkaya skuad Garuda.
Namun, pemeriksaan silsilah keluarga menunjukkan bahwa ia tidak memenuhi syarat keturunan yang ditetapkan oleh FIFA.
Situasi ini membuatnya harus mundur dari rencana untuk membela Timnas Indonesia meskipun ada harapan tinggi terhadap kemampuannya.
Mitchel Bakker
Nama selanjutnya adalah Mitchel Bakker, bek muda yang saat ini bermain di Liga Prancis.
Bakker dianggap sebagai salah satu pemain berbakat yang memiliki latar belakang Indonesia, tetapi proses naturalisasinya juga terhambat.
Setelah penelusuran lebih lanjut, terungkap bahwa garis keturunannya tidak cukup kuat untuk memenuhi syarat yang ditetapkan oleh FIFA.
Dengan demikian, Bakker terpaksa mengubur impian untuk mengenakan jersey Timnas Indonesia.
Kendala yang dihadapi oleh keempat pemain ini menunjukkan betapa rumitnya proses administrasi dan kelayakan dalam dunia sepak bola internasional.
FIFA menetapkan standar yang ketat untuk memastikan bahwa pemain yang membela sebuah tim nasional benar-benar memiliki hubungan yang sah dengan negara tersebut.
Meskipun prosesnya rumit, harapan bagi Timnas Indonesia untuk menambah kekuatan dari pemain keturunan Eropa tetap ada, meski harus melalui jalan yang panjang dan berliku.
Seiring berjalannya waktu, diharapkan akan ada lebih banyak pemain yang dapat memenuhi syarat dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Dengan demikian, Timnas Indonesia diharapkan dapat terus berupaya mencari talenta-talenta baru yang dapat membawa prestasi lebih tinggi di pentas internasional.
➡️ Baca Juga: Kementerian PPPA Paparkan Fakta Usia Korban Tertembak Polisi di Makassar Berstatus Pelajar SMA
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Menjadi Konsultan Arsitektur Interior melalui Konsultasi Video Call Online




