www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

Gubernur Banten Nyatakan Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Mengancam Tsunami

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa serangkaian erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau belakangan ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Menghadapi situasi ini, Andra Soni mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas.

Pernyataan ini disampaikan Andra Soni setelah melakukan kunjungan ke Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang pada hari Minggu, 6 September 2026, bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini jauh lebih landai dibandingkan dengan kondisi saat tsunami melanda pada tahun 2018.

“Alasan mengapa tsunami tidak terjadi saat ini adalah karena ukuran gunungnya sudah jauh berbeda dibandingkan tahun 2018. Pada saat itu, ketinggian gunung mencapai lebih dari 300 meter di atas permukaan laut. Namun, saat ini, berdasarkan informasi dari Badan Geologi, kondisinya lebih landai,” jelas Andra Soni pada hari yang sama.

Walaupun ancaman tsunami dapat dipastikan tidak ada, aktivitas erupsi yang berlangsung selama 24 jam terakhir membuat Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah-langkah mitigasi untuk melindungi warganya dari potensi bahaya abu vulkanik. Pemerintah daerah dengan cepat mengirimkan masker sebagai pelindung pernapasan.

“Saya telah meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk mendistribusikan 5.000 kotak masker ke kabupaten dan kota agar dapat disalurkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Andra Soni juga menginstruksikan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan jalur evakuasi serta tempat pengungsian sebagai langkah antisipasi jika diperlukan.

Nelayan, wisatawan, dan masyarakat umum juga diimbau untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

“Untuk menjaga keselamatan, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, wajib menggunakan masker dan kacamata,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Banten, bersama dengan pemerintah kabupaten dan kota, akan terus memantau aktivitas vulkanik ini dengan ketat. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas dan hanya merujuk pada informasi resmi dari Badan Geologi atau BPBD setempat.

➡️ Baca Juga: Susunan Pemain Inter Milan Saat Melawan Napoli di Pertandingan Penting Serie A

➡️ Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tutup Bandara Soetta Hingga Pukul 23.59 WIB

Related Articles

Back to top button