IHSG Mengalami Penutupan di Zona Merah dengan Level 4.900, Terendah dalam 10 Tahun Terakhir

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini mengalami penutupan di zona negatif. Ironisnya, IHSG tidak mampu bangkit dan tetap terperosok di bawah level 4.900, yang merupakan titik terendah yang tercatat dalam sepuluh tahun terakhir.
Pada hari Senin, 19 Oktober 2026, IHSG ditutup dengan penurunan signifikan sebesar 188,49 poin atau setara dengan 3,96%, sehingga berada di level 5.936,14.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sudah terlihat melemah pada level 4.961,87. Dalam sesi perdagangan hari ini, IHSG mencatat level tertinggi di angka 5.012,86 dan terendah di 4.907,37.
Nilai transaksi pada hari ini tercatat mencapai Rp25,15 triliun, melibatkan 33,08 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 1.621.799 kali transaksi.
Secara keseluruhan, terdapat 656 saham yang mengalami penurunan, sementara 100 saham mengalami penguatan, dan 43 saham lainnya stagnan.
IHSG juga menunjukkan penurunan signifikan dalam periode mingguan, mencapai 15,83%, dan untuk periode bulanan mengalami penurunan hingga 21,74%.
Dalam enam bulan terakhir, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 28,32%, dan secara year-to-date, indeks ini anjlok hingga 42,22%.
Pelemahan yang terjadi hari ini merupakan dampak lanjutan dari reaksi pasar atas pengumuman yang dikeluarkan oleh MSCI pada Jumat, 19 Oktober 2026. Akibatnya, IHSG berada di level terendah dalam satu dekade terakhir.
Data dari Stockbit menunjukkan bahwa posisi IHSG saat ini setara dengan indeks yang tercatat pada tahun 2016, saat Presiden ke-7 Joko Widodo menjalani tahun kedua masa jabatannya.
Pada periode tersebut, IHSG mengalami penurunan sebesar 1,33% dan berada di level 4.916,74 pada 6 Juli 2015. Indeks ini juga sempat turun tajam pada awal pandemi Covid-19.
Pada tanggal 12 Maret 2020, IHSG mengalami penurunan drastis sebesar 5,01%, menyentuh level terendah di 4.895,75.
Di sisi lain, saat ini IHSG berada pada level yang sama dengan All Time High (ATH) yang tercapai pada akhir kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya pada tahun 2013, ketika IHSG menguat 0,40% menjadi 4.919,43 pada 2 April 2013.
➡️ Baca Juga: Perayaan Hari Kartini: Menghargai Peran Perempuan di Masyarakat
➡️ Baca Juga: IRGC Peringatkan Trump: AS Berisiko Kehilangan Akses Minyak dan Gas Jangka Panjang



