Mata Kiri Siswa SMA di Garut Tembak Senapan Angin, 7 Saksi Diperiksa Pelaku Masih Buron

Polisi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat ini tengah melakukan pencarian terhadap pelaku penembakan menggunakan senapan angin yang mengakibatkan seorang siswa SMA, bernama Pazwa Pahaludin (15 tahun), mengalami cedera serius pada mata kirinya. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Sukawening.
Hingga tanggal 9 Oktober 2026, pihak kepolisian belum berhasil menangkap pelaku. Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Niko N. Adi Putra, menyatakan bahwa tim penyelidik, yang dikenal sebagai Tim Sancang, masih bekerja keras untuk mengidentifikasi pelaku serta mengungkap rangkaian peristiwa yang menimpa korban.
“Saat ini, Tim Sancang terus melaksanakan penyelidikan untuk mengungkap identitas tersangka yang terlibat dalam insiden ini,” jelas Niko.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah menginterogasi tujuh saksi. Informasi yang diperoleh dari para saksi itu terus dikembangkan untuk memperkuat bukti dan memperjelas identitas pelaku.
Niko juga menjelaskan bahwa korban mengalami luka yang cukup parah akibat proyektil senapan angin yang mengenai mata kirinya. Setelah peristiwa tersebut, Pazwa langsung mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
“Korban mengalami luka pada kelopak matanya akibat terkena peluru dari senapan angin,” tambahnya.
Peristiwa yang mengakibatkan cedera pada siswa SMA itu terjadi pada hari Sabtu, 26 September 2026, saat berlangsungnya acara pertemuan alumni sekolah yang diadakan di sebuah lokasi di Kecamatan Sukawening. Korban, yang berasal dari Kecamatan Cilawu, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas tembakan tersebut serta mencari tahu motif di balik insiden ini.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait penembakan tersebut untuk memberikan bantuan dalam proses penyelidikan. Keterangan dari warga diharapkan dapat menjadi petunjuk yang berharga bagi polisi dalam mengungkap kasus ini.
“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu agar kami dapat mengungkap kasus ini dengan jelas,” ujar Niko.
Niko menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan dengan profesional dan transparan, mengingat kasus ini menarik perhatian luas dari publik. Pihak kepolisian akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat setelah pelaku berhasil ditangkap.
“Siapa pun yang terlibat dalam tindakan ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutup Kapolres.
➡️ Baca Juga: WNI Sembunyikan Pisau di Kaus Kaki di Bandara Changi, Hadapi Ancaman Penjara 3 Tahun dan 6 Cambuk
➡️ Baca Juga: Sidang Anggota DPRD Bekasi, 3 Sekuriti Saksikan Pemukulan Secara Langsung




