Menteri PU Dody Perintahkan Penanganan Cepat Kekeringan dan Banjir Rob di Demak

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke lahan pertanian yang mengalami dampak kekeringan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada hari Minggu, 27 September 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk menilai kondisi terkini serta menentukan langkah-langkah penanganan yang diperlukan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa langkah-langkah untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian dapat segera dilaksanakan. Selain itu, Dody juga ingin melihat secara langsung kondisi rob yang menjadi salah satu masalah serius bagi para petani di daerah tersebut.
Dody menegaskan bahwa penanganan terhadap masalah kekeringan di Demak harus dilakukan dengan cepat dan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Menurutnya, situasi ini memerlukan tindakan segera untuk memastikan keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.
“Saya telah meminta kepada tim untuk segera mengambil tindakan. Kita melihat adanya sawah yang terpengaruh oleh kekeringan, sekaligus menghadapi masalah rob. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita dapat segera menyediakan air untuk membantu para petani dan memastikan lahan pertanian tetap dapat ditanami,” kata Dody.
Daerah Irigasi (DI) Guntur memiliki luas sekitar 2.036 hektare, dengan sumber air berasal dari beberapa sungai, termasuk Sungai KB1, Sungai Jragung Lama, dan Sungai Cabean. Namun, saat musim kemarau, kawasan ini mengalami masalah kekurangan air, ditambah dengan masuknya air laut yang menyebabkan rob ke area pertanian.
Menurut data dari BBWS Pemali Juana yang diperoleh pada 21 September 2026, terdapat 124 hektare lahan sawah di Kabupaten Demak yang terpengaruh oleh kekeringan dengan status berisiko gagal panen. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, antara lain penambahan pasokan air dari Rawa Pening, pompanisasi, dan bantuan bahan bakar minyak untuk mendukung operasional pompanisasi yang dilakukan oleh para petani.
Kondisi ini tersebar di beberapa desa, termasuk Desa Blerong di Kecamatan Guntur, yang mengalami dampak dengan total luas sawah mencapai 8 hektare.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, menjelaskan bahwa kekeringan ini terjadi akibat tidak adanya suplai air dari Bendung Jragung melalui Sungai Jragung. Situasi ini membutuhkan perhatian segera agar lahan pertanian dapat kembali berfungsi dengan baik.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek di Desa Blerong, Kementerian PU berencana untuk melakukan intervensi dengan memompa air dari sumber yang tersedia. Jika diperlukan, Kementerian juga akan menyiapkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terkena dampak.
“Tim kami akan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan, dengan membawa alat bor dan pompa jika diperlukan. Pemompaan ini akan kami maksimalkan sesuai dengan kebutuhan lahan pertanian yang ada,” ujar Sudarto.
➡️ Baca Juga: BRI Tingkatkan Pembiayaan Berkelanjutan, Portofolio Sustainable Loans Capai Rp811,9 Triliun
➡️ Baca Juga: Jadwal Salat Hari Ini Kamis 12 Maret 2026 untuk Jakarta dan Sekitarnya yang Akurat dan Terpercaya



