Prabowo: BPK Berperan Penting Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangat krusial dalam memastikan penggunaan dana publik yang tepat dan efisien. Ia mengungkapkan bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari pemeriksaan BPK selama tahun 2025 telah berkontribusi dalam menyelamatkan keuangan negara hingga mencapai Rp112 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia serta Sidang Bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia yang diadakan di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat.
“Di sepanjang tahun 2025, rekomendasi yang dihasilkan oleh BPK telah memberikan dampak signifikan dengan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp112 triliun,” ujar Prabowo.
Ia juga menekankan bahwa BPK menjalankan fungsinya sebagai pengawas agar setiap rupiah yang merupakan uang rakyat dapat digunakan dengan benar dan sesuai peruntukannya.
Selain mengapresiasi kontribusi BPK terhadap keuangan negara, Prabowo juga menilai bahwa kepercayaan internasional terhadap auditor asal Indonesia semakin meningkat.
Dalam pandangannya, pencapaian ini ditandai dengan terpilihnya BPK sebagai Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) untuk periode 2028-2031.
Lebih lanjut, BPK juga mendapatkan kepercayaan sebagai anggota United Nations Board of Auditors untuk periode 2026-2032.
Prabowo meyakini bahwa posisi ini mencerminkan peningkatan kepercayaan global terhadap kemampuan BPK dalam melaksanakan fungsi pemeriksaan keuangan negara dengan efektif.
Pada hari Jumat tersebut, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI menggelar Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, di mana salah satu agenda pentingnya adalah Pidato Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk menyampaikan Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara serta Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain menyampaikan pidato, pemerintah juga akan menampilkan video yang berisi capaian kinerja selama ini.
Sidang tahunan ini merupakan bagian dari agenda kenegaraan untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
➡️ Baca Juga: Strategi Badminton Tunggal Putri yang Mengandalkan Kecepatan
➡️ Baca Juga: Penjualan Mobil di Indonesia Merosot, Honda Buka Suara




