Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
lifestyle

PP TUNAS Resmi Diluncurkan, Tantangan Literasi Digital Menjadi Fokus Utama

Jakarta – Pemerintah telah secara resmi meluncurkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) pada tanggal 28 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan anak dan remaja dari konten digital yang tidak sesuai dengan perkembangan psikologis mereka.

PP TUNAS dianggap sebagai respons negara terhadap meningkatnya risiko yang dihadapi anak-anak di dunia digital, terutama bagi kelompok usia yang rentan. Namun, implementasi kebijakan ini bukan tanpa kritik. Beberapa pengamat menyoroti bahwa tingkat literasi digital masyarakat masih rendah, yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan PP TUNAS.

Berdasarkan berbagai studi, literasi masyarakat Indonesia mengenai privasi data dan keamanan siber tergolong minim. Dalam konteks ini, pendekatan yang hanya fokus pada pembatasan akses dinilai tidak cukup untuk memberikan perlindungan yang efektif bagi anak-anak dan remaja.

Perlindungan anak di ranah digital memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh. Ini termasuk peningkatan literasi digital, edukasi kepada masyarakat, dan penguatan kapasitas pengguna untuk mengenali berbagai risiko yang ada di dunia maya.

Salah satu isu krusial yang muncul adalah penggunaan data pribadi oleh anak-anak tanpa adanya pemahaman yang memadai, baik dari diri mereka sendiri maupun orang tua. Banyak anak yang tanpa sadar menggunakan identitas atau data orang tua untuk mengakses berbagai layanan digital, membuat akun, hingga bertransaksi secara online.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan usia tidak akan efektif jika tidak disertai dengan peningkatan literasi digital dalam lingkungan keluarga. Edukasi yang baik dapat membantu anak-anak dan orang tua memahami pentingnya menjaga data pribadi di dunia maya.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, berpendapat bahwa pembatasan akses media sosial bagi anak berisiko menjadi solusi yang hanya bersifat sementara. Ia menekankan bahwa PP TUNAS belum menyentuh inti permasalahan yang ada. Pembatasan tersebut dianggap lebih sebagai upaya permukaan yang tidak menangani isu-isu mendasar.

Ubaid juga menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada belum terwujudnya ekosistem digital yang aman, serta tantangan pendidikan karakter di tengah kemajuan teknologi yang pesat. Menurutnya, tanpa perbaikan pada aspek-aspek ini, kebijakan pembatasan akses tidak akan memberikan dampak yang signifikan dalam melindungi anak-anak di dunia digital.

➡️ Baca Juga: Kepala BGN Minta Maaf Terkait Keracunan MBG yang Melibatkan 353 Siswa di Karo

➡️ Baca Juga: UEA, Irak, Oman Protes FIFA dan AFC soal Tuan Rumah Putaran 4

Related Articles

Back to top button