uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
lifestyle

MUI Mendesak Pembatalan Konser Andrea Bocelli di Indonesia karena Dukungan Terhadap Israel

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengemukakan penolakannya terhadap rencana konser seorang musisi yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Israel. Kali ini, suara penolakan tersebut ditujukan kepada tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan untuk tampil di Indonesia pada akhir Oktober hingga awal November 2026.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas mengenai rencana pertunjukan ini. Menurutnya, pelaksanaan konser harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan posisi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kami ingin menegaskan bahwa konser Andrea Bocelli harus dibatalkan untuk menjaga prinsip keberpihakan kita terhadap kemanusiaan,” ungkap Sudarnoto dalam pernyataannya yang dikutip dari situs resmi MUI pada Senin (12/10/2026).

Rencana konser Andrea Bocelli direncanakan akan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan di Jakarta pada 3 November mendatang. Namun, agenda tersebut kini menjadi sorotan setelah MUI mengungkap kembali catatan perjalanan karir musisi tersebut yang dianggap berkaitan dengan dukungan terhadap Israel.

MUI juga menyoroti sejarah keterlibatan Andrea Bocelli dalam berbagai kegiatan, termasuk penggalangan dana untuk pasukan militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), yang berlangsung di Los Angeles pada tahun 2010. Selain itu, ia juga pernah mengadakan konser di Tel Aviv pada tahun 2022.

Bagi MUI, catatan tersebut menjadi pertimbangan penting dalam mengevaluasi kelayakan penyelenggaraan konser di tanah air. Sudarnoto menegaskan bahwa agenda hiburan berskala internasional seharusnya tidak mengabaikan sikap bangsa Indonesia terhadap konflik serta penderitaan yang dialami oleh warga Palestina.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan mengenai dugaan dukungan dari kementerian terkait atas rencana kedatangan Bocelli, termasuk Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan serta Ekonomi Kreatif.

Sudarnoto mengingatkan bahwa kepentingan ekonomi dari penyelenggaraan konser tidak seharusnya mengorbankan prinsip politik luar negeri dan sikap kemanusiaan Indonesia. Ia menegaskan bahwa penolakan terhadap penjajahan merupakan bagian dari prinsip yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia.

“Jangan berikan panggung kepada siapapun yang terlibat dalam pendanaan terhadap pembunuhan warga Gaza dan Palestina,” tegasnya.

Pernyataan tersebut kembali menempatkan rencana konser musisi internasional di Indonesia dalam diskusi yang lebih luas mengenai batas antara hiburan, kepentingan ekonomi, dan sikap politik terhadap konflik Palestina-Israel.

➡️ Baca Juga: Strategi UMKM Mengoptimalkan Proses Produksi untuk Efisiensi Waktu dan Biaya

➡️ Baca Juga: Strategi Badminton Tunggal Putri yang Mengandalkan Kecepatan

Related Articles

Back to top button