Prabowo Lantik Sarmuji Sebagai Menperin, Sosok Penggantinya Jadi Anggota DPR

Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, telah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji juga mengungkapkan nama penggantinya yang akan menduduki kursi anggota DPR RI.
Sarmuji terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur VI dengan meraih 183.045 suara. Dapil Jatim VI mencakup beberapa wilayah, yaitu Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, serta Kota Kediri dan Kota Blitar.
Partai Golkar berhasil menempatkan dua wakilnya di Dapil ini, di mana Sarmuji berada di urutan teratas dengan 183.045 suara, diikuti oleh Heru Tjahjono yang meraih 90.569 suara. Sarmuji menyatakan bahwa posisinya di DPR akan diisi oleh pemilik suara terbanyak berikutnya, yaitu Kusuma Judi Leksono.
“Insyaallah, Pak Kusuma akan menggantikan saya,” ungkap Sarmuji saat memberikan konfirmasi pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Sarmuji secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menperin di Istana Merdeka pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menyadari bahwa tanggung jawab yang diembannya cukup besar, karena menjabat sebagai pengelola sektor perindustrian di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa sektor industri memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di Tanah Air.
“Ini merupakan beban yang cukup berat dan tanggung jawab yang besar. Sektor perindustrian adalah kementerian yang menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Kami akan fokus pada dua aspek krusial tersebut,” jelas Sarmuji di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Lebih lanjut, Sarmuji juga berkomitmen untuk memperkuat pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.
“Hal yang perlu kita perhatikan adalah pertumbuhan sektor industri, terutama industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, seperti industri tekstil, alas kaki, dan sektor-sektor lainnya yang sejalan,” katanya.
Oleh karena itu, Sarmuji menyadari bahwa Kementerian Perindustrian tidak bisa bergerak sendiri. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan kementerian lain untuk mendapatkan insentif serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Tentu saja, kami tidak dapat bekerja sendirian, karena sektor industri saling terkait dengan banyak sektor lainnya. Misalnya, kami harus menjalin koordinasi dengan Kementerian Investasi di hulu, serta Kementerian Keuangan untuk mengupayakan insentif yang diperlukan agar industri dapat berkembang lebih pesat,” tambah Sarmuji.
➡️ Baca Juga: Situasi HAM Papua Disampaikan di PBB, Filep Wamafma Mendorong Prabowo untuk Bertindak Nyata
➡️ Baca Juga: Cara Maksimalkan Mode Fokus di iPhone Agar Notifikasi Digital Tidak Mengganggu Aktivitas Harian Anda




