Simon Aloysius Diperkirakan Jadi Menteri ESDM, Bahlil: Reshuffle adalah Hak Prerogatif Presiden

Jakarta – Belakangan ini, terdengar kabar bahwa Simon Aloysius Mantiri, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), diperkirakan akan menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Isu ini segera menarik perhatian publik dan memicu beragam komentar dari berbagai pihak.
Menanggapi rumor tersebut, Bahlil Lahadalia selaku Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menyatakan bahwa ia tidak mengetahui informasi tersebut.
“Saya tidak tahu mengenai hal itu, tidak ada informasi yang saya terima,” ungkap Bahlil saat menjawab pertanyaan wartawan, yang dilansir pada Minggu (18/10/2026).
Terkait kemungkinan adanya perubahan dalam susunan kabinet, Bahlil menegaskan bahwa hak untuk mengangkat atau memberhentikan menteri sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden memiliki prerogatif untuk mengangkat, memberhentikan, dan mengevaluasi anggota kabinet. Itu merupakan hak yang dijamin konstitusi. Jadi, semua keputusan kami serahkan kepada Presiden sebagai pemegang mandat rakyat,” ujarnya yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perombakan kabinet dalam koordinasi kementeriannya, Bahlil kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
“Perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Bapak Presiden. Kami serahkan sepenuhnya kepada beliau,” tegas Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM.
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ia masih menjabat sebagai Menteri ESDM secara rangkap.
Menurut Bahlil, jabatan rangkap tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Sampai saat ini, saya menjalankan tugas yang diberikan oleh Bapak Presiden dengan baik, baik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi,” jelas Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/10/2026).
Perlu dicatat, Bahlil baru saja dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026. Sejak dilantik, ia telah menegaskan bahwa dirinya akan merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM.
Bahlil menjelaskan bahwa jabatan rangkap ini adalah amanah dan tanggung jawab yang besar.
Ia menyatakan kesiapannya untuk bekerja secara maksimal dalam menjalankan tugas baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
“Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap sebagai Menteri ESDM. Saya menyadari ini adalah amanah yang harus saya emban demi tanggung jawab negara,” ucap Bahlil setelah pelantikannya.
➡️ Baca Juga: Tidak Harga, Tapi Optimasi: Alasan HP dengan Spec Biasa Bisa Beri Pengalaman Luar Biasa.
➡️ Baca Juga: Velove Vexia Kembali ke Publik dengan Kesibukan Baru, Penampilan Menarik di Istana Mengundang Perhatian




