Kepala BGN Minta Maaf Terkait Keracunan MBG yang Melibatkan 353 Siswa di Karo

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf terkait insiden keracunan yang melibatkan 353 siswa di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, setelah mereka mengonsumsi menu Makanan Berbasis Gizi (MBG) pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Para siswa yang terkena dampak segera dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Berastagi dan Kabanjahe. Mereka mengalami beragam keluhan kesehatan, mulai dari rasa lemas hingga muntah.
Kepala BGN, Sudaryono, secara resmi meminta maaf kepada Bupati Karo, Antonius Ginting, atas peristiwa yang tidak diinginkan ini.
Ia mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan. BGN berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Saya mohon maaf atas kinerja yang kurang memuaskan dari tim saya di lapangan, namun saya juga minta bantuan Pak Bupati untuk melakukan investigasi lebih lanjut,” ungkap Sudaryono dalam keterangannya pada Jumat, 14 Agustus 2026.
BGN telah memulai proses investigasi untuk mengidentifikasi penyebab gangguan kesehatan yang dialami oleh para siswa.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut dihentikan untuk sementara waktu.
Kepala SPPG yang terlibat juga telah dicopot dari jabatannya sebagai langkah awal terhadap tanggung jawab.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan,” jelasnya.
Investigasi mengenai makanan yang dikonsumsi oleh siswa dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menemukan penyebab pasti dari dugaan keracunan.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengonfirmasi bahwa jumlah korban keracunan MBG telah mencapai 353 siswa pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Salah satu siswa bahkan harus dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Meskipun demikian, kondisi kesehatan para siswa mulai menunjukkan perbaikan.
Para siswa yang terdampak berasal dari lima sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama.
Keluhan awal dirasakan oleh siswa pada Kamis siang setelah mereka mengonsumsi menu MBG.
Gejala yang muncul bervariasi. Beberapa siswa dilaporkan mengalami lemas, muntah, serta gatal di area mulut dan tangan. Dalam kasus yang lebih serius, ada siswa yang mengalami sesak napas.
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Zulkarnain Barus, sebelumnya menyebutkan bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG pada hari itu terdiri dari gulai ikan dencis, sayur kol, dan wortel.
➡️ Baca Juga: Pelatih Borneo FC Protes Keras Setelah Dilarang Latihan Jelang Pertandingan Melawan Persija
➡️ Baca Juga: Teman Seangkatan Ungkap Sisi Lain Cindy Rizky, Berbeda dari Penampilan di Sosmed




